Menarik Nih! TikTok Rancang Program Bagi Hasil Dengan Kreator Konten Yang Punya Minimal 100.000 Followers

- Kamis, 5 Mei 2022 | 23:00 WIB
Kreator konten bakal kebagian setengah dari pendapatan iklan dari brand tertentu. Skema bagi hasil tersebut adalah bagian dari program TikTok Pulse yang rencananya bergulir mulai Juni di Amerika Serikat (Screenshoot instagram/@tiktok)
Kreator konten bakal kebagian setengah dari pendapatan iklan dari brand tertentu. Skema bagi hasil tersebut adalah bagian dari program TikTok Pulse yang rencananya bergulir mulai Juni di Amerika Serikat (Screenshoot instagram/@tiktok)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com
Sebagai platform media sosial nomor wahid sejagad, TikTok merancang program bagi hasil pendapatan iklan dengan kreator konten yang punya minimal 100.000 followers.

Kreator konten bakal kebagian setengah dari pendapatan iklan dari brand tertentu. Skema bagi hasil tersebut adalah bagian dari program TikTok Pulse yang rencananya bergulir mulai Juni di Amerika Serikat.

Kreator di pasar lain baru bisa menikmati program ini pada periode musim gugur, atau sekitar kuartal IV/2022.

Dalam program TikTok Pulse, TikTok memberikan akses bagi brand untuk menargetkan iklan mereka secara spesifik.

Baca Juga: Jadi Raja di 2021, TikTok Kini berkuasa di Kuartal Pertama 2022, Diunduh Sebanyak 175 juta pada Januari-April

Pemilik merek bisa menempatkan iklan mereka berdampingan dengan kategori konten tertentu termasuk kecantikan, fesyen, binatang peliharaan, gim, hingga olahraga.

TikTok belum mengungkapkan berapa banyak kreator yang bisa langsung menerima jatah bagi hasil pada tahap awal program Pulse.

Namun, sistem baru ini jelas bertujuan untuk menarik lebih banyak kreator untuk bergabung dengan TikTok dan mendorong kreator yang sudah bergabung untuk lebih rajin memproduksi konten.

Baca Juga: Berlian Biru Terbesar di Dunia 'The De Beers Cullinan Blue' Terjual Rp 1 Triliun di Sothebys Hongkong

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X