Serangan Rusia, Demiliterisasi dan Denazifikasi Ukraina, Siapa Ditarget Putin?

- Rabu, 18 Mei 2022 | 13:14 WIB

Terbukti dengan pemberhentian kemitraan tersebut dan penutupan perwakilan dua pihak di Brussels dan Moskow beberapa bulan lalu. Terkait dengan hal itu, dalam pidatonya Putin mengatakan negara-negara NATO dalam rangka untuk mencapai tujuan politik mereka mendukung kelompok nasionalis ekstrem dan neo-Nazi Ukraina.

Baca Juga: Lepas Masker, Masyarakat Jangan Euforia

Hegemoni AS

Perluasan NATO sendiri, bagi Rusia, merupakan instrumen politik luar negeri AS untuk semakin menanamkan hegemoni mereka di kawasan.

Putin menyoroti telah diabaikannya norma-norma internasional oleh Barat dalam penyelesaian berbagai permasalahan dunia.

Putin mengambil beberapa contoh pelanggaran hukum internasional seperti pengeboman Beograd, Libia, Irak, dan terakhir terhadap Suriah, yang dilakukan koalisi Barat.

Semua pengeboman koalisi itu tidak pernah mendapatkan persetujuan, baik dari pemerintah Suriah maupun DK PBB.

Dia mengemukakan, upaya penyelesaian dengan cara kekerasan itu tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan permasalahan baru. Putin menyebut aksi koalisi dan penghancuran di Suriah telah melahirkan arus pengungsi besar-besaran ke Eropa dan munculnya sarang-sarang baru terorisme internasional.

Baca Juga: Halal Bi Halal Alumnus Fisipol '80 UNS Menyumbang Almamater Rp100 juta

“Sinyalemen Putin tersebut seakan merupakan bentuk protes dan habisnya kesabaran Rusia terhadap berbagai permasalahan dunia yang selama ini diselesaikan secara sepihak oleh AS dan sekutu mereka tanpa mempertimbangkan pandangan pihak lain.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kronologi Tewasnya Ken Block

Rabu, 4 Januari 2023 | 07:05 WIB
X