Serangan Rusia, Demiliterisasi dan Denazifikasi Ukraina, Siapa Ditarget Putin?

- Rabu, 18 Mei 2022 | 13:14 WIB

Dalam konteks ini, kata Ahmad Fahrurodji, kita harus kembali kepada peristiwa Euromaidan yang terjadi 2013-2014 ketika aksi protes di Lapangan Maidan, di Kyiv berubah menjadi aksi brutal.

Baca Juga: BMKG Terapkan Paradigma Preventive Maintenance Sistem Peringatan Dini

Aksi bermula ketika oposisi terhadap pemerintahan Viktor Yanukovich melakukan demonstrasi atas kebijakan pemerintah yang menolak bantuan Uni Eropa berubah menjadi anarkistis, berujung dengan penurunan Yanukovich dari pemerintahan karena kemudian Yanukovich meninggalkan ibu kota Ukraina dan menyelamatkan diri di wilayah Rusia.

Dengan naiknya pemerintahan baru gerakan demonstrasi berubah menjadi aksi brutal jalanan, dengan berbagai aksi sweeping di jalan-jalan terhadap warga negara Ukraina yang berafiliasi dengan Rusia, atau warga Ukraina Timur, pelarangan penggunaan bahasa Rusia, dan sebagainya.

Aksi itu menimbulkan reaksi di berbagai daerah di Ukraina Timur. Pemerintah Rusia menilai tindakan para oposisi yang saat itu telah menjadi penguasa di Kyiv merupakan sebuah kelompok neo-Nazi, dengan tindakan fasis yang mengingatkan rakyat Rusia pada getirnya sejarah kelam Perang Dunia II.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Usai Liverpool Hantam Southampton 2-1


Menurutnya, sejak peristiwa Maidan, konflik horizontal terjadi dan melebar ke wilayah timur Ukraina yang menimbulkan perang sipil. Perang sipil yang terjadi di Ukraina memicu pemerintah daerah Krimea memisahkan diri dari Ukraina dan mengajukan bergabung dengan Federasi Rusia.

Dalam sidang Majelis Federasi, parlemen Rusia mengesahkan Krimea sebagai bagian dari Federasi Rusia sebagai subjek federasi yang ke-90. Tindakan Rusia itu menuai reaksi internasional dan mereka menyatakan Rusia telah mencaplok Krimea.

Denazifikasi merupakan jargon yang erat dengan penanaman semangat nasionalisme dan patriotisme Rusia. Hal itu berkaitan dengan pengalaman historis Rusia dalam PD II, ketika Rusia mengalami tekanan yang berat akibat invasi Nazi pada Juni 1941.

Baca Juga: Ini Nih Bro, Ada Saran Biar Perang Digital di Pilpres 2024 Tak Terlalu Ramai, Mengarah Kondusif

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tanggapan BPET MUI Tentang Pembakaran AL-QUR’AN

Senin, 30 Januari 2023 | 16:15 WIB

Kronologi Tewasnya Ken Block

Rabu, 4 Januari 2023 | 07:05 WIB
X