Kondisi Ekonomi Makin Memburuk, Sri Lanka Bangkrut!

- Selasa, 21 Juni 2022 | 21:17 WIB
Sri Lanka juga menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang berkepanjangan sehingga memancing protes selama berbulan-bulan yang disertai desakan agar Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur (Screenshoot instagram/@gotabayar)
Sri Lanka juga menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang berkepanjangan sehingga memancing protes selama berbulan-bulan yang disertai desakan agar Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur (Screenshoot instagram/@gotabayar)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Sri Lanka negara berpenduduk 22 juta orang mengalami krisis ekonomi terburuk setelah kehabisan devisa untuk membiayai impor sejumlah komoditas termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Terkini Kondisi ekonomi Sri Lanka semakin memburuk. Krisis itu membuat negara tersebut menutup sekolah dan menghentikan layanan pemerintahan pada Senin (20/6).

Penutupan sekolah dan kantor pemerintahan ini dilakukan untuk menghemat cadangan bahan bakar yang hampir habis, di tengah rencana IMF soal kemungkinan bailout.

Sri Lanka juga menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang berkepanjangan sehingga memancing protes selama berbulan-bulan yang disertai desakan agar Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur.

Baca Juga: Kontroversial! Mahathir Mohamad: Singapura dan Kepulauan Riau Merupakan Bagian Dari Malaysia

"Waktu bagi Gotabaya untuk bersujud dengan bermartabat sudah lama berlalu. Sekarang kita harus mengusirnya," ujar pemimpin mahasiswa Wasantha Mudalige seperti dikutip Channel News Asia, Senin (20/6).

Polisi menangkap 21 aktivis mahasiswa yang memblokir semua gerbang ke gedung sekretariat presiden.

Para petugas mengatakan para siswa telah menghalangi sekretaris kementerian keuangan Sri Lanka untuk menghadiri pertemuan penting dengan para pejabat dari Dana Moneter Internasional (IMF)

Namun, kantor Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan pembicaraan dengan delegasi IMF yaitu diskusi langsung pertama sejak Sri Lanka meminta dana talangan pada April lalu, berjalan sesuai rencana.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X