Rusia Dinilai Membabi Buta, Targetkan Permukiman dan Fasilitas Warga Sipil Ukraina

- Rabu, 29 Juni 2022 | 17:07 WIB
Bendera Ukraina (Istimewa)
Bendera Ukraina (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, —Perang dengan mudah memperlihatkan wajah asli manusia, bahkan sebuah negara. Cenderung frustrasi karena invasi yang dilakukannya menjadi sangat tidak popular di dalam dan luar negeri, tindakan Rusia dalam perangnya dengan Ukraina kini kian brutal, biadab dan membabi-buta.

Sikap tidak beradab itu dipertontonkan Rusia dengan menyerang fasilitas sipil dan permukiman penduduk Ukraina. Selasa (28/6) kemarin, misalnya, serangan Rusia kepada sebuah mal yang dipadati ribuan pengunjung di kota Kremenchuk, Ukraina tengah, telah menewaskan 20 orang warga sipil.

Kontan, sebagaimana rilis yang diterima Jakarta.Suaramerdeka.com, para pemimpin negara-negara G-7 menyebut serangan barbar tersebut ‘keji’ dan menambah bukti kejahatan perang Rusia. Mereka mengatakan, serangan membabi buta terhadap warga sipil tak berdosa adalah kejahatan perang dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, akan dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga: Yenny Wahid vs Muhaimin Iskandar; Terlukalah Sampai Kau Mampus!

Seperti biasa, pemerintah Rusia berdalih bahwa rudalnya ‘tidak sengaja’ menghancurkan pusat perbelanjaan—fasilitas sipil! Mereka mengklaim yang mereka serang adalah depot senjata di dekatnya. Klaim yang ditolak pemerintah Ukraina sebagai kebohongan yang kian menandai metode public relation (PR) yan dipakai Rusia dalam perang yang tengah terjadi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, segera mengutuk tindakan pengecut yang menargetkan warga sipil tersebut. Kepada Dewan Keamanan PBB, Zelenskyy mengatakan Rusia telah bertindak seperti negara teroris, dengan melakukan "pembunuhan besar-besaran" di seluruh Ukraina. Berbicara melalui video, Presiden Zelenskyy membacakan nama-nama warga Ukraina, korban dari serangan Rusia baru-baru ini.

Sebagaimana dikutip organisasi media publik non-profit, NPR, Zelenskyy mengatakan, dengan telah menyerang sekolah, pusat perbelanjaan dan banyak sasaran sipil lainnya, Rusia tidak lagi memiliki hak untuk tetap berada di badan PBB tersebut.

Baca Juga: Che dan Borobudur

Tindakan biadab Rusia itu tidak hanya dilakukannya di Kota Kremenchuk. Di kota Lysychansk, Rusia juga membombardir penduduk yang tengah mengambil persediaan air minum dengan roket. "Delapan warga Lysychansk meninggal, 21 orang dibawa ke rumah sakit, " kata Gubernur Luhansk, Sergiy Haidai, di Telegram, sebegaimana ditulis Reuters dan EuroNews. Disebut-sebut Rusia menggunakan roket tipe Uragan yang mengandung munisi tandan dalam serangan tersebut. Sejak pekan sebelumnya, kondisi perang telah membuat pemerintah meminta warganya meninggalkan kota tersebut.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemberian Beasiswa ASEAN-Maybank

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:08 WIB

Ada Restu China Dalam Kunjungan Pelosi ke Taiwan

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:57 WIB

Presiden Zelenskyy Yakin Ukraina Akan Menang

Minggu, 24 Juli 2022 | 14:44 WIB
X