Ada Diplomasi Tangan di Atas Dalam Kunjungan Jokowi ke Ukraina

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:23 WIB
Algooth Putranto (Budi Nugraha)
Algooth Putranto (Budi Nugraha)

Algooth Putranto--Pengajar Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid

Upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai juru damai antara#Ukraina dan#Rusia meski saya nilai terlambat hendaknya patut dipuji setinggi-tingginya. Terlambat karena agresi berkedok operasi militer khusus tersebut per 30 Mei 2022 mencapai 4.113 orang tewas, dari jumlah itu, sebanyak 264 adalah anak-anak.

Meski demikian keterlambatan tersebut dapat dimaklumi mengingat beratnya tekanan yang akan dihadapi jika Presiden Jokowi memilih secara langsung berhadapan dengan Presiden Vladimir#Putin di Moskow yang selalu didukung Presiden China, Xi Jinping.

Toh sebagai negara, Indonesia sejak 2014, konsisten bersikap sesuai yang tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945: “…turut mengambil peran dalam perdamaian dunia.” Indonesia di forum dunia tidak pernah memberikan toleransi terhadap tindakan agresi#Rusia.

Demikian pula, pujian setinggi-tingginya diberikan kepada kunjungan Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana. Kunjungan tersebut akan dicatat tinta sejarah karena merupakan kunjungan pertama pemimpin Asia ke#Ukraina.

Apalagi, kedatangan tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya serangan udara#Rusia menghujani Odessa, Mykolaiv, Kharkiv, dan Donetsk. Ini mengingatkan pada kunjungan Presiden Soeharto ke Sarajevo di tengah baku tembak antara Bosnia dan Serbia pada 1995.

Kunjungan Jokowi pun menjadi bukti hubungan antara#Ukraina dan Indonesia meski dipisahkan jarak yang sangat jauh sesungguhnya sangatlah dekat dalam 30 tahun hubungan diplomatik sedikitnya 30 perjanjian telah ditandatangani.

Kedatangan Jokowi mempertebal relasi kedua negara yang memiliki sejarah saling mendukung. Pada masa Indonesia baru lahir dan membutuhkan pengakuan Dewan Keamanan PBB, delegasi#Ukraina memasukkan masalah tersebut ke dalam agenda sidang PBB.

Meski dipisahkan jarak, Ukraina mengirimkan bantuan ketika gempa besar terjadi di Yogakarta pada 2006. Aksi ini dibalas Indonesia ketika mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan untuk korban agresi#Rusia di#Ukraina timur pada tahun 2015.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Opini Tokoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X