Ada Diplomasi Tangan di Atas Dalam Kunjungan Jokowi ke Ukraina

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:23 WIB
Algooth Putranto (Budi Nugraha)
Algooth Putranto (Budi Nugraha)

Sebaliknya, Ukraina juga terlibat mengirimkan bantuan kemanusiaan demikian pula pasca pasca-gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah tahun 2018. Bagaimana tahun ini? Diam-diam, tanpa banyak diketahui media massa, sebelum rombongan Jokowi sampai Kiev, bantuan Indonesia sudah sampai.

Pada 24 Juni 2022, Pemerintah Indonesia melalui asosiasi Palang Merah#Ukraina atau Ukrainian Red Cross Society (URCS) telah memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk uang tunai sebagai tindak lanjut permohonan Pemerintah#Ukraina yang disampaikan kepada Pemerintah Indonesia.

Bantuan tunai itu untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik sehingga dapat meringankan dampak bencana kemanusiaan militer dan meningkatkan kepercayaan maupun semangat masyarakat#Ukraina.

Hibah tersebut selanjutnya akan dipergunakan untuk pengadaan barang-barang kebutuhan warga sipil baik untuk orang dewasa maupun anak-anak antara lain berupa pakai, tempat tidur, selimut, kebutuhan obat-obatan, kursi roda, tenda, bio-toilet, bahan bakar dan sebagainya.

Perwakilan dari pihak URCS secara formal telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang secara cepat merespon kebutuhan masyarakat#Ukraina yang terdampak konflik dan sekaligus menyampaikan apresiasi atas bantuan kerja sama yang telah diberikan Pemerintah Indonesia tersebut.

Kecil tapi bermakna

Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) di bawah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang bekerja erat dengan Menteri Keuangan, ibarat bayi masih balita sejak diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 18 Oktober 2019 di Gedung Pancasila.

Uniknya sebelum LDKPI diresmikan, janinnya sudah mewujud dalam bentuk penandatanganan kesepakatan bantuan Indonesia kepada negara Nauru berupa 1 kapal tongkang dan 1 tug boat buatan Indonesia senilai US$2,5 juta.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa, September 2019. Kurang dari sebulan kelahiran LDKPI 

Pembentukan LDKPI atau yang ‘dijual’ dengan nama Indonesian Aid adalah salah satu bentuk perwujudan “diplomasi tangan di atas” tak ubahnya Lembaga bantuan negara lain seperti Amerika Serikat (USAID), Australia (AUSAID) atau Jepang (ODA).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Opini Tokoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X