Upaya Redam Krisis Pangan Global, PBB Konfirmasi Ukraina dan Rusia Teken Kesepakatan Buka Pelabuhan

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 07:32 WIB
Momen kesedihan dari Warga Ukraina yang terus di invasi Rusia (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)
Momen kesedihan dari Warga Ukraina yang terus di invasi Rusia (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Intervensi militer Rusia di Ukraina telah menghambat pengiriman dari salah satu pengekspor gandum dan biji-bijian terbesar di dunia, memicu kekhawatiran akan kekurangan pangan global.

Terkini PBB mengonfirmasi Ukraina dan Rusia telah meneken kesepakatan yang memungkinkan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kesepakatan itu ditandatangai di Istanbul, Turki.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov menandatangani perjanjian terpisah, tapi bersama pejabat PBB dan Turki untuk membuka kembai rute pengiriman Laut Hitam.

Baca Juga: Indonesia Krisis, Jakarta Tidak

Kedua negara yang berseteru itu akhirnya sepakat setelah menjalani negosiasi berbulan-bulan yang juga dimediasi Turki dan PBB.

Dilansir dari CNN pada Jumat (22/7), kesepakatan itu bertujuan melanjutkan biji-bijian dari pelabuhan Ukraina yang dalam lima bulan terakhir diblokir karena berkonflik dengan Rusia.

Sergei Shoigu mengatakan ada persyaratan untuk pembukaan kembali ekspor biji-biji dari Ukraina dalam beberapa hari ke depan. Rusia juga disebut tidak akan mengambil keuntungan dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Annie Ernaux Raih Nobel Sastra 2022

Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:28 WIB

Pameran Buku Frankfurt ke-74 Siap Digelar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:46 WIB

Ukraina Didorong Ciptakan Perdamaian dengan Rusia

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:37 WIB
X