Ada Restu China Dalam Kunjungan Pelosi ke Taiwan

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:57 WIB
Algooth Putranto (Budi Nugraha)
Algooth Putranto (Budi Nugraha)

Oleh Algooth Putranto

Pengajar Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Usahid Jakarta

Sepekan terakhir, kita disuguhi dinamika antara Pemerintah#China dan Amerika Serikat terkait rencana kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Patricia D'Alesandro Pelosi ke#Taiwan selama tur Asia-nya. Awal pekan Agustus ini, Pelosi telah mengunjungi Singapura (1/8) dan Malaysia (2/8).

Beijing yang gusar berkali melontarkan gertakan verbal, salah satunya melalui panggilan telepon yang dilakukan Presiden#China Xi Jinping kepada Presiden AS Joe Biden atau pernyataan terbuka Duta Besar#China untuk PBB, Zhang Hun pekan lalu.

Tak cukup dengan cara verbal, China juga mengancam melalui manuver militer dengan mengirimkan sejumlah jet tempur#China dan kapal perang#China mendekati garis atau batas median Selat#Taiwan pada Selasa (2/8). Lagi-lagi, ya hanya ancaman!

Ibarat cerita klasik kungfu yang menjual dendam kesumat tiada akhir, China sampai kini menganggap#Taiwan sebagai wilayahnya. Tak heran jika mereka memandang kunjungan Pelosi sebagai provokasi besar.

Tentu saja, buat Bu Nancy ancaman Beijing sekadar bumbu dapur saja. Ibarat masak, jika bumbu tidak digunakan maka masakan yang diolah akan kurang sedap. Karena sudah jadi rahasia umum, meski di#Taiwan tidak terdapat Kedutaan Besar Amerika, secara rutin pejabat Amerika Serikat berkunjung ke#Taiwan.

Tidak heran, di tengah drama pejabat#China, Bu Nancy pun dengan tenang mendarat di Bandara Songshan Taipei, Selasa malam. Galibnya pejabat-pejabat Amerika, Bu Nancy bikin pernyataan dengan jualan utama: Demokrasi.

Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan setelah kedatangannya, Pelosi mengatakan “lawatan delegasi Kongres ke#Taiwan adalah untuk menghormati komitmen teguh Amerika guna mendukung demokrasi#Taiwan yang menggelora.”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Annie Ernaux Raih Nobel Sastra 2022

Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:28 WIB

Pameran Buku Frankfurt ke-74 Siap Digelar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:46 WIB

Ukraina Didorong Ciptakan Perdamaian dengan Rusia

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:37 WIB
X