Seruan Taiwan Kepada RI Untuk Mengutuk Simulasi Perang Militer China

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:54 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen saat meninjau pasukan Angkatan Laut yang berjaga jaga di selat Taiwan (Screenshoot instagram/@tsai_ingwen)
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen saat meninjau pasukan Angkatan Laut yang berjaga jaga di selat Taiwan (Screenshoot instagram/@tsai_ingwen)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com
Bikin was was! China menggelar latihan militer simulasi perang dan tembak-menembak rudal di enam titik mengelilingi Taiwan sejak Kamis (4/8).

Taiwan meminta Indonesia menuntut dan mengecam latihan militer besar-besaran China yang memblokade wilayahnya akibat marah dengan lawatan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taipei.

"Saya dengan ini menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer China yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional,

"Serta menuntut China untuk segera menghentikan semua provokasi militer," ujar Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), John Chen, dalam pernyataan resmi pada Jumat (5/8).

Baca Juga: Tidak Selamanya Dilraba Dilmurat Dipuji Netizen, Cetar Pakai Gaun Kuning Sayang Rambut Wet nya Lepek

Ia juga mengimbau masyarakat di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap Taiwan di tengah tekanan China sehingga bisa bersama-sama mempertahankan nilai demokrasi dan menjaga perdamaian dan stabilitas tatanan internasional.

Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan lantaran menjalin hubungan diplomatik dengan China dan menjunjung prinsip Satu China.

Taiwan meminta Indonesia menuntut dan mengecam latihan militer besar-besaran China yang memblokade wilayahnya akibat marah dengan lawatan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taipei (Screenshoot instagram/@tsai_ingwen)

Sebelumnya Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang menganggap China sebagai tetangga Taiwan yang jahat yang kerap memprovokasi wilayahnya.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X