Saling Gempur Militer Israel vs Jihad Islam di Jalur Gaza Terus Berlanjut

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:44 WIB
Israel memperingatkan bahwa serangan udara mereka untuk melawan gempuran milisi Palestina di Jalur Gaza bakal bertahan hingga satu pekan (Screenshoot instagram/@kasihpalestina)
Israel memperingatkan bahwa serangan udara mereka untuk melawan gempuran milisi Palestina di Jalur Gaza bakal bertahan hingga satu pekan (Screenshoot instagram/@kasihpalestina)

Saling gempur ini bermula pada Jumat (5/8), ketika Israel melancarkan serangan udara sebagai upaya pencegahan. Menurut mereka, kelompok Jihad Islam tengah menyusun rencana untuk menyerang Israel.

Baca Juga: One Pride MMA: Suwardi Comeback, Rebut Sabuk Juara Kelas Flyweight

Setidaknya 15 orang tewas akibat serangan Israel tersebut, salah satunya anak perempuan berusia lima tahun. Sementara itu, 55 warga Palestina lainnya juga terluka.

Tak tinggal diam, Jihad Islam lantas membalas dengan menembakkan lebih dari 100 roket ke arah Israel. Namun, tak ada korban dalam serangan ini.

Saling gempur ini bermula pada Jumat (5/8), ketika Israel melancarkan serangan udara sebagai upaya pencegahan. Menurut mereka, kelompok Jihad Islam tengah menyusun rencana untuk menyerang Israel (Screenshoot instagram/@kasihpalestina)

Gerakan Jihad Islam sendiri beraliansi dengan Hamas, tapi kadang bertindak sendiri. Hingga kini, belum jelas Hamas terlibat langsung dalam saling serang kali ini atau tidak.

Sejak mengambil alih kuasa Jalur Gaza pada 2007 silam, Hamas sudah empat kali bertempur melawan Israel, termasuk saling tembak pada Mei lalu.

Seorang analis senior di badan think tank Crisis Group, Mairav Zonszein, memprediksi saat ini Hamas kemungkinan tak akan ikut campur karena mereka sudah meraih bantuan ekonomi yang cukup untuk Jalur Gaza.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar semua pihak berhati-hati karena jika Hamas sampai turun tangan, perang akan kian berkobar.***

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X