Menunggu Raja Charles Memulangkan Jarahan Inggris ke Jogja

- Minggu, 11 September 2022 | 18:15 WIB
Algooth Putranto (Budi Nugraha)
Algooth Putranto (Budi Nugraha)

Algooth Putranto-Pengamat Ilmu Komunikasi Pascasarjana Usahid Jakarta

Charles Philip Arthur George resmi diangkat sebagai Raja#Inggris oleh Dewan Aksesi pada Sabtu, 10 September 2022) di Istana St. James. Sebagai pemimpin baru#Inggris Raya, pria berusia 73 tahun itu memilih gelar Raja Charles III.

Namun Charles harus menunggu hingga upacara penobatan, ketika dia secara resmi dimahkotai di Westminster Abbey dalam seremoni yang dipimpin Uskup Agung Canterbury, Pemimpin Gereja Anglikan untuk mengenakan mahkota Santo Edward.

Bersama mahkota yang dibuat tahun 1661, sebagai Raja ke-40 Kerajaan#Inggris. Charles akan menerima bola dan tongkat kerajaan. Tentu saja akan megah dan menjadi satu peristiwa besar mengingat eksistensi#Inggris di dunia.

Sayang, pemilihan nama Charles III buat saya hanya mengingatkan pada dua raja#Inggris bernama Charles yang amburadul-- maaf untuk tidak menyebut mereka tidak pantas dijadikan pemimpin--selain nasib baik saja.

Raja Charles I adalah penguasa yang sangat tidak populer, dan pemerintahannya penuh dengan kontroversi, seperti perang saudara. Masa pemerintahannya pun berakhir tragis ketika ia dipenggal pada tanggal 30 Januari 1649 saat akhir Perang Sipil#Inggris.

Kekosongan kekuasaan itu dimanfaatkan oleh Oliver Cromwell, Lord Protector dari Persemakmuran#Inggris, Skotlandia, dan Irlandia untuk berkuasa hingga meninggal pada 1658 dan digantikan putranya, Richard.

Penggantinya, Raja Charles II yang naik tahta pada 1660 tak kalah kacaunya hingga dikenal sebagai Merry Monarch karena nyah-nyoh melonggarkan aturan dan kerap menggelar berpesta liar.

Untuk gaya hidupnya, Charles II yang menikah dengan putri dari Portugal mengakui setidaknya 12 anak di luar nikah dari banyak gundik, tapi tidak memiliki anak sah untuk menggantikannya hingga meninggal pada 1685.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Opini Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X