Himbauan Presiden Zelensky Kepada Warga Rusia: Tolak Komando Cadangan dan Segera Kabur!

- Sabtu, 24 September 2022 | 08:02 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyerukan seluruh warga Rusia untuk memprotes mobilisasi parsial komando cadangan (Komcad) perintah Presiden Vladimir Putin. (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyerukan seluruh warga Rusia untuk memprotes mobilisasi parsial komando cadangan (Komcad) perintah Presiden Vladimir Putin. (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Dekrit Putin untuk mengerahkan mobilisasi Komcad 300 ribu tentara cadangan sempat menuai protes sejumlah warga. Bahkan, warga Rusia dikabarkan berbondong-bondong tinggalkan kota kota sekitar Moskow.

Bahkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyerukan seluruh warga Rusia untuk memprotes mobilisasi parsial komando cadangan (Komcad) perintah Presiden Vladimir Putin.

Sebanyak 55 ribu tentara Rusia tewas dalam enam bulan perang. Kalian ingin lagi? Tidak? Maka lakukan protes. Lawan balik. Segera kabur, atau menyerah," tutur Zelensky seperti dikutip dari AFP.

"Kalian sudah telanjur terlibat dari seluruh kejahatan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap warga Ukraina karena kalian diam saja. Kalian diam saja," kata Zelensky.

Baca Juga: Paska Putin Tandatangani Dekrit Mobilisasi Parsial, Warga Rusia Ramai ramai Kabur Hindari Wamil

Zelensky sekali lagi mendesak warga Rusia menentukan sikap perlawanan terhadap rezim Putin yang membawa malapetaka.

"Sekarang saatnya bagi kalian untuk memilih. Bagi para pria Rusia ini menyangkut pilihan hidup atau mati, menjadi cacat atau tetap hidup sehat," ucap Zelensky.

"Bagi kaum perempuan Rusia, pilihannya adalah kehilangan suami, anak-anak, atau cucu mereka selamanya, atau lindungi mereka dari kematian akibat perang dari satu orang ini (Putin)," Zelensky melanjutkan pernyataannya

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X