LSM HAM Sebut Gelombang Protes di Iran Telan 50 Korban Jiwa

- Sabtu, 24 September 2022 | 16:05 WIB
Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengatakan protes yang berlangsung akhir-akhir ini tidak dapat diterima karena  (Screenshoot instagram/@president.of.iran)
Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengatakan protes yang berlangsung akhir-akhir ini tidak dapat diterima karena (Screenshoot instagram/@president.of.iran)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Sedikitnya 50 orang tewas dalam tindak kekerasan oleh pasukan keamanan Iran terhadap protes yang meletus setelah kematian Mahsa Amini, yang meninggal tak lama setelah ditangkap polisi moral.

LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Oslo mengatakan peningkatan jumlah korban terjadi setelah enam orang tewas akibat tembakan pasukan keamanan di kota Rezvanshahr, provinsi Gilan utara, pada Kamis malam. Kematian lainnya tercatat di Babol dan Amol, juga di Iran utara.

Kelompok-kelompok hak asasi juga mendata kematian di wilayah Kurdistan utara, tempat Amini berasal.

"Setidaknya 50 orang telah tewas sejauh ini, dan orang-orang terus memprotes hak-hak dasar dan martabat mereka," kata direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam kepada AFP

Baca Juga: Himbauan Presiden Zelensky Kepada Warga Rusia: Tolak Komando Cadangan dan Segera Kabur!.

“Masyarakat internasional harus mendukung rakyat Iran melawan salah satu rezim paling represif di zaman kita,” tambahnya.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dari angka resmi yang diumumkan pihak berwenang Iran, yakni 17 tewas, termasuk lima personel keamanan.

Presiden Iran, Ebrahim Raisi menegaskan pemerintahnya menghargai kebebasan berekspresi. Tetapi protes yang berlangsung akhir-akhir ini tidak dapat diterima karena "tindakan kekacauan" yang mengancam keamanan negara.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X