Diduga Kirimkan Pasokan Drone Ke Rusia, Presiden Ukraina Ancam Putus Hubungan Dengan Iran

- Sabtu, 24 September 2022 | 19:47 WIB
Otoritas Ukraina mengumumkan akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran terkait keputusan Teheran memasok drone untuk pasukan Rusia yang menginvasi negara itu. (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)
Otoritas Ukraina mengumumkan akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran terkait keputusan Teheran memasok drone untuk pasukan Rusia yang menginvasi negara itu. (Screenshoot instagram/@zelenskiy_official)

.

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Ukraina dan Amerika Serikat (AS) kompak menuduh Iran telah mengirimkan pasokan drone kepada Rusia. Namun otoritas Teheran dengan tegas membantah tuduhan itu.

Otoritas Ukraina mengumumkan akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran terkait keputusan Teheran memasok drone untuk pasukan Rusia yang menginvasi negara itu.

Presiden Volodymyr Zelensky menuding Iran telah melakukan 'kolaborasi dengan kejahatan'.

Seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (24/9/2022), otoritas Kiev mengumumkan pada Jumat (23/9) waktu setempat bahwa pihaknya memutuskan untuk mengurangi kehadiran diplomatik Iran di Ukraina terkait pengiriman senjata oleh Teheran ke Rusia.

Baca Juga: Himbauan Presiden Zelensky Kepada Warga Rusia: Tolak Komando Cadangan dan Segera Kabur!

"Hari ini, tentara Rusia menggunakan drone-drone Iran untuk serangan-serangannya. ... Dunia akan mengetahui soal setiap contoh kolaborasi kolaborasi dengan kejahatan, dan itu akan memiliki konsekuensi yang pantas," tegas Zelensky dalam pidatonya pada Jumat (23/9) malam.

Kementerian Luar Negeri Ukraina secara terpisah menyebut pasokan drone semacam itu memberikan pukulan serius pada hubungan bilateral Ukraina dan Iran.

Disebutkan lebih lanjut bahwa 'charge d'affaires sementara untuk Republik Iran di Ukraina telah dipanggil' terkait masalah ini.

Menurut Kementerian Luar Negeri Ukraina, utusan Iran itu diberitahu bahwa pasokan persenjataan Iran kepada Rusia 'secara langsung bertentangan dengan posisi netralitas, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina'.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X