Heboh Dukungan PM Israel Terhadap Negara Palestina, Pengamat: Upaya Curi Simpati Warga Israel Keturunan Arab!

- Rabu, 28 September 2022 | 21:12 WIB
Dunia pun heboh ketika PM Israel dengan lantang menyuarakan dukungan pembentukan negara Palestina di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (Screenshoot instagram/@yairlapid)
Dunia pun heboh ketika PM Israel dengan lantang menyuarakan dukungan pembentukan negara Palestina di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (Screenshoot instagram/@yairlapid)



JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Baru-baru ini, PM (Perdana Menteri) Israel Yair Lapid menyatakan dukungannya terhadap negara Palestina di forum internasional.

Dunia pun heboh ketika Sang PM dengan lantang menyuarakan dukungan pembentukan negara Palestina di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berbagai pertanyaan langsung muncul, termasuk mengenai alasan Israel baru menyatakan dukungan ini sekarang, padahal pemerintahan sebelumnya seolah menolak usulan tersebut.

Dalam pidatonya, Lapid menegaskan dukungan Israel terhadap solusi dua negara sebagai cara mengakhiri konflik dengan Palestina.

Baca Juga: LSM HAM Sebut Gelombang Protes di Iran Telan 50 Korban Jiwa

Dengan solusi tersebut, Palestina dan Israel berdiri sebagai negara berdaulat, merdeka, dan hidup berdampingan.

Dalam pidatonya di SU PBB, Lapid menegaskan dukungan Israel terhadap solusi dua negara sebagai cara mengakhiri konflik dengan Palestina (Screenshoot instagram/@yairlapid)

"Sebuah kesepakatan dengan Palestina berdasarkan solusi dua negara untuk dua bangsa adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel, dan untuk masa depan anak-anak kita," kata Lapid, dikutip Reuters.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah Riau, Fahmi Salsabila, mengatakan bahwa pernyataan Lapid cuma upaya untuk mencari dukungan menjelang pemilu legislatif pada 1 November mendatang.

Baca Juga: Soundrenaline 2022 Pulang di Haribaan Jakarta.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X