Ukraina Didorong Ciptakan Perdamaian dengan Rusia

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:37 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan pertemuan bilateral dengan Chairman of the Verkhovna Rada of Ukraine Olena Kondratiuk. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan pertemuan bilateral dengan Chairman of the Verkhovna Rada of Ukraine Olena Kondratiuk. (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar tercipta perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Dimana kedua negara hingga kini masih berperang.

"Saya memahami bahwa perang di Ukraina telah mempengaruhi upaya kita semua memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19," katanya saat melakukan pertemuan bilateral dengan Chairman of the Verkhovna Rada of Ukraine Olena Kondratiuk di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).

Pertemuan bilateral itu digelar jelang pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20). Menurut Puan, proses perdamaian adalah prioritas utama Indonesia.

Puan pun menyampaikan keprihatinan atas terjadinya perang di Ukraina yang menimbulkan banyak korban jiwa dan berdampak bagi keadaan global di dunia.

“Undangan khusus untuk Parlemen Ukraina di P20, adalah langkah konkrit kami untuk membantu komunikasi antar parlemen. Khususnya dalam penyelesaian perang di Ukraina," ujarnya

Puan mengapresiasi hubungan bilateral Indonesia-Ukraina yang sudah terjalin selama 30 tahun tetap berjalan hangat. Meskipun di tengah-tengah situasi kawasan yang serba tidak pasti karena perang.

Terbesar
Selain itu, Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terbesar Ukraina di Asia Tenggara. Dikatakan, kunjungan Presiden Indonesia ke Ukraina dan Rusia pada bulan Juni, dilakukan untuk membawa pesan perdamaian.

"Kunjungan tersebut juga mempromosikan safe passage untuk pangan dan pupuk dari dan ke Ukraina dan Rusia,” tandasnya.

Puan menambahkan, Indonesia menyambut baik dimulainya kembali ekspor biji-bijian dari Ukraina di bawah the Black Sea Initiative. Perjanjian ini memainkan peran penting dalam mengurangi dampak perang terhadap rantai pasokan global.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X