Pameran Buku Frankfurt ke-74 Siap Digelar

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:46 WIB
Frankfurt Book Fair Siap Digelar (Situs Frankfurter Buchmesse)
Frankfurt Book Fair Siap Digelar (Situs Frankfurter Buchmesse)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Setelah lebih dari dua tahun masa pandemi, para pelaku industri penerbitan tampaknya antusias untuk kembali hadir kembali di Frankfurt dalam pameran buku terakbar di dunia, Frankfurt Book Fair ke-74 (Frankfurter Buchmesse). Lebih dari 4.000 peserta pameran dari sekitar 65 negara akan hadir pada 19–23 Oktober 2022 dalam pameran yang sudah berlangsung lebih dari 70 tahun secara ajeg.

“Industri buku internasional berkembang dengan pesat saat orang-orang berkumpul dan berinteraksi: setelah dua tahun pandemi, ada keinginan besar untuk dapat bertemu muka dengan para profesional penerbitan yang lain. Oleh karena itu, saya sangat senang bahwa agensi dari sekitar 25 negara telah mendaftar ke Literary Agents and Scouts Center (LitAg) – termasuk sejumlah besar dari negara dengan pasar paling penting, Inggris dan AS," ujar Juergen Boos, Direktur Frankfurter Buchmesse.

"Bisnis hak penerjemahan secara tradisional menjadi kegiatan utama pameran. Itulahlah sebabnya, tahun ini, kami menyoroti subjek penerjemahan dengan kampanye “Translate. Transfer. Transform” (“Terjemahkan. Transfer. Ubah”). Lagi pula, hanya karena para penerjemah dan upaya mereka, kita bisa memahami bahasa dan sastra bangsa lain, sehingga dapat memperoleh perspektif baru dan menciptakan hubungan yang lebih dekat,” lanjutnya.

Baca Juga: Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Spanyol yang menjadi Tamu Kehormatan pada tahun ini, dan negara-negara dengan pasar buku terbesar seperti Inggris, AS, Italia, dan Prancis, akan terwakili dengan sangat baik dalam pameran kali ini. Bangsal 3, tempat para penerbit berbahasa Jerman secara tradisional memamerkan buku-buku mereka, sejauh ini hampir penuh terpesan.

Pameran juga akan menggunakan Bangsal 3, 4 dan 6, serta aula Forum dan Agora—sebuah lahan besar di luar ruangan. Dari hari Rabu hingga Jumat (19-21 Oktober 2022) pameran akan dibuka bagi para pengunjung yang akan bertransaksi perdagangan seperti jual-beli hak dan lisensi penerbitan. Pada akhir pekan, giliran para pengunjung umum yang dipersilakan untuk masuk ke area pameran.

Frankfurter Buchmesse sendiri memiliki tradisi yang berlangsung lebih dari 500 tahun. Sebelum munculnya buku-buku cetak, sejak abad ke-12 buku-buku tulisan tangan sering dijual dalam berbagai pameran perdagangan umum yang sering berlangsung di Frankfurt. Beberapa dekade setelah Johan Gutenberg mengembangkan percetakan di Mainz dekat Frankfurt; Pameran Buku Frankfurt sudah berlangsung. Meskipun tidak ada tanggal resmi mengenai kapan dimulainya namun ada catatan yang menyebut angka tahun 1462.

Baca Juga: Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Sampai akhir abad ke-17, Frankfurter Buchmesse adalah pameran buku paling penting di Eropa. Hanya sempat meredup pada 1632 dan kalah oleh Pameran Buku Leipzig akibat perkembangan politik dan budaya pada masa itu. Setelah Perang Dunia II, Pameran Buku Frankfurt yang pertama diadakan lagi pada 1949 di Gereja St. Paul, Frankfurt. Sejak itu, kembali nama Frankfurter Buchmesse meraih kembali posisinya sebagai pameran buku paling terkemuka di dunia.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X