Pameran Buku Frankfurt ke-74 Resmi Dibuka

- Rabu, 19 Oktober 2022 | 07:37 WIB
Pidato Raja Felipe VI dari Spanyol dalam Pembukaan Frankfurt Book Fair ke-74 (Sumber:  Frankfurter Buchmesse)
Pidato Raja Felipe VI dari Spanyol dalam Pembukaan Frankfurt Book Fair ke-74 (Sumber: Frankfurter Buchmesse)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com –  Pameran Buku Frankfurt (Frankfurter Buchmesse) ke-74 resmi dibuka pada pukul 17.00 waktu setempat pada 18 Oktober 2022. Pameran ini akan dihadiri oleh 4,000 peserta dari 95 negara yang tersebar di 10 lantai dan di berbagai panggung di arena pameran. Selama pameran berlangsung, terdapat lebih dari 2.000 acara yang akan diliput oleh 4.000 wartawan yang terdaftar. Frankfurter Buchmesse yang akan berlangsung pada 19–23 Oktober 2022 kembali terselenggara penuh setelah dua tahun terkendala masa pandemi.

Upacara pembukaan Pameran Buku Frankfurt ke-74 dihadiri oleh pasangan kerajaan Spanyol, Raja Felipe VI dan Ratu Letizia, serta Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Elke Büdenbender. Tokoh lain yang hadir dalam upacara pembukaan ini aadalah Boris Rhein, Perdana Menteri Negara Bagian Hessen, Dr. Nargess Eskandari-Grünberg, wakil walikota Frankfurt, Karin Schmidt-Friderichs, Ketua German Publishers & Booksellers Association, dan pembicara kunci dari Spanyol, Irene Vallejo dan Antonio Muñoz Molina.

Baca Juga: Annie Ernaux Raih Nobel Sastra 2022

“Saya sangat menantikan bisa berjumpa dengan banyak penulis, penerbit, dan para mitra,” kata Juergen Boos, presiden Frankfurter Buchmesse. “Pertemuan tatap muka menjadi lebih penting dari sebelumnya, karena berinteraksi secara langsung dapat mengurangi polarisasi. Orang-orang berbicara secara berbeda ketika mereka bertatap muka,” lanjutnya.

Dalam sambutannya dalam pembukaan Pameran Buku Frankfurt, Raja Felipe VI menguraikan mengenai perkembangan dunia perbukuan di negaranya sejak Spanyol pertama kali menjadi tamu kehormatan pada 1991. “Kehadiran kami di pameran buku ini memberi kami alasan untuk tetap memiliki harapan,” katanya.

“Dalam masa perubahan, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu penghargaan terhadap buku, hal ini benar-benar mengakar dalam masyarakat kami, Perubahan yang telah terjadi, waktu yang terus berubah dan perubahan ideologis, namun esensi buku tetaplah tidak berubah,” Raja Felipe VI menekankan.

Baca Juga: Annie Ernaux: ‘Menulis Membuka Mata terhadap Kesenjangan Sosial’

Sejumlah politisi terkemuka akan mengunjungi Frankfurter Buchmesse dalam beberapa hari mendatang atau berbicara via video: Di antaranya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang akan tampil secara virtual selama pertemuan Federasi Penerbit Eropa (FEP) dan Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska yang akan ambil bagian secara digital dalam BRIGITTE Talk. Sementara Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht, Menteri Urusan Keluarga Warga Senior, Perempuan dan Pemuda Jerman, Lisa Paus, Menteri Negara Kebudayaan Claudia Roth, dan banyak politisi tingkat tinggi lainnya dari Jerman dan sekitarnya  akan menghadiri pameran secara langsung.

Berkaitan dengan tema utama “Translate. Transfer. Transform.” penulis Mohsin Hamid menyatakan, “Setidaknya setengah dari buku yang paling penting bagi saya ditulis dalam bahasa yang saya sendiri tidak bisa mengerti,” katanya dalam konferensi pers pembukaan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tanggapan BPET MUI Tentang Pembakaran AL-QUR’AN

Senin, 30 Januari 2023 | 16:15 WIB

Kronologi Tewasnya Ken Block

Rabu, 4 Januari 2023 | 07:05 WIB
X