Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

- Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di Distrik Doun Penh, Phnom Penh. (Ist)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di Distrik Doun Penh, Phnom Penh. (Ist)

PHNOM PENH, suaramerdeka-jakarta.com - Implementasi ASEAN Five Point Consensus terkait Myanmar, dinilai tidak berjalan dengan lancar. Selain itu, kekerasan serta pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi di negara tersebut.
 
“Situasi di Myanmar mengkhawatirkan, sehingga kita harus bekerjasama membantu memulihkan demokrasi di Myanmar," kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan kunjungan kehormatan (Courtesy Call) dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di Distrik Doun Penh, Phnom Penh, Kamis (24/11).

Kedatangannya ke Kamboja adalah untuk menghadiri Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-43. Di forum pertemuan parlemen ASEAN itu, Puan sekaligus akan menerima keketuaan (Presidensi) AIPA dari Parlemen Kamboja kepada DPR RI, yang pada tahun 2023 juga menjadi tuan rumah Sidang Umum AIPA ke-44.

"Krisis di Myanmar juga berpotensi untuk mengganggu stabilitas kawasan. Tentu kita tidak ingin stabilitas kawasan terganggu karena berlanjutnya krisis di Myanmar," ujarnya.

Menurutnya, stabilitas kawasan merupakan prasyarat utama. Khususnya bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi.

"Saya berpandangan, dukungan parlemen dalam penyelesaian krisis di Myanmar sangat dibutuhkan," tandasnya.

Soliditas
Dia berharap, keketuaan Indonesia di ASEAN dan AIPA dapat meningkatkan soliditas dan relevansi ASEAN. Khususnya di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.

"Saya berharap, pertemuan dengan PM Hun Sen dapat menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia dengan Kamboja. Agar meningkatkan kerja sama," tegasnya.

Dimana persahabatan Indonesia dan Kamboja telah terjalin sejak lama. Tepatnya sejak abad 8–9 masehi dan hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada tahun 1957.

"Hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja telah berlangsung dengan baik. Yakni sesuai prinsip-prinsip kemitraan, saling menghargai, dan saling menguntungkan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Hubungan Indonesia - Kamboja Perlu Ditumbuhkan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB

Krisis di Myanmar Berpotensi Ganggu Stabilitas Kawasan

Kamis, 24 November 2022 | 16:11 WIB
X