Penyelesaian Kasus Perundungan Jangan Sesaat

- Senin, 20 Maret 2023 | 17:03 WIB

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Penyelesaian kasus perundungan dan kekerasan di lingkup pendidikan diminta tak hanya mempertimbangkan satu sisi saja sehingga tetap memunculkan ketidakpuasan alih-alih bikin tuntas.

Hal itu mengemuka dalam dialog Galang Aspirasi Politik (Gaspol) bertajuk "Wujudkan Pendidikan Jabar Juara Tanpa Perundungan dan Kekerasan" gelaran Diskominfo & PWI Jabar di Bandung, Senin (20/3/2023).

"Makanya tak jarang langsung lapor ke pihak berwajib setelah sebelumnya ditangani pihak sekolah tak puas, karena yang dikedepankan adalah nama baik lembaga," kata Anggota DPRD Jabar, Sri Rahayu Agustina.

Dengan kecenderungan itu pula, dia menyebut bahwa kasus-kasus serupa bisa jadi tak terungkap karena penyelesaian yang dilakukan di tempat. Di sisi lain, sistem perlindungan terhadap siswa belum terbangun secara optimal.

Baca Juga: Indonesian Fashion Chamber: Impor Pakaian Bekas Rugikan Para Desainer dan Produsen Fesyen Lokal

"Sekolah cenderung lebih kepada malu akan hal ini ketika dilaporkan, akan tercemar sekolah, apalagi favorit sehingga lebih baik diselesaikan secara musyawarah, padahal bagaimana pun psikis anak tersebut lebih penting," jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta keterlibatan psikolog terutama di sekolah-sekolah dalam mengungkap kasus-kasus perundungan dan kekerasan yang terjadi di lingkup pendidikan. Tak bisa mengandalkan guru BP.

Dalam kaitan itu, Disdik Jabar sebelumnya sudah merilis program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper). Pihaknya menjamin kerahasian dalam pelaporan kasus yang dilakukan. Pelaporannya bisa dilakukan siswa, guru, kepala sekolah, komite sekolah, hingga orang tua melalui anaknya. 

Baca Juga: Teten Masduki: Impor Ilegal Pakaian Bekas Ancam Pada UMKM dan Nasib 1 Juta Tenaga Kerja

Platform tersebut belum banyak digunakan karena relatif belum lama diluncurkan. Untuk sementara, ada delapan pihak yang mengadukannya yang mencakup kasus kekerasan fisik, verbal, hingga cyber bullying.

Pihaknya memastikan akan menindaklanjuti laporan yang masuk termasuk mengeksekusinya dan input dari kasus yang muncul.

"Yang jelas ini akan memudahkan untuk melaporkan kasus. Apakah akan efektif itu ada caranya, yang jelas kasusnya akan diketahui sekolah bahkan cabang dinas," jelasnya.

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumat Lusa Satu lagi Parpol Dukung Ganjar

Rabu, 7 Juni 2023 | 19:35 WIB
X