Dihadiri Mahfud Md, Simposium Nasional PDIP Usung Pesan Pemilu 2024 Damai Tanpa Politisasi Agama

- Selasa, 21 Maret 2023 | 13:51 WIB

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com -  DPP PDI Perjuangan (PDIP), lewat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), menggelar Simposium Nasional bertajuk Kedamaian Berbangsa Menuju Pemilu 2024 Tanpa Politisasi Agama.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan tokoh agama itu digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/3/2023). Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri turut hadir secara virtual dalam acara tersebut, dengan Menkopolhukam Mahfud MD sebagai keynote speaker. Para pengurus daerah PDIP dan ratusan tokoh masyarakat lain hadir secara virtual.

Adapun perwakilan tokoh agama yang hadir antara lain Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom.

Lalu, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Dra. Siti Hartati Murdaya, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) WS Budi Santoso Tanuwibowo.

Kemudian, Tokoh Lintas Agama Prof. Dr. H. Alwi Abdurrahman Shihab dan Akademisi Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis.

Nantinya, acara yang panitianya diketuai oleh politikus PDIP Irvansyah itu, akan dilanjutkan dengan ‘Deklarasi Bersama untuk Kedamaian, Pemilu Berkualitas 2024’. Deklarasi akan dibacakan para tokoh agama tersebut.

Selain, Menko Polhukam Republik Indonesia Prof. Mohammad Mahfud Md yang menjadi Keynote Speaker dalam acara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani juga dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya.

Dalam sambutan pembuka, Ketua DPP PDIP Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME Prof. Hamka Haq mengatakan, bahwa hadirnya para tokoh agama dan kepercayaan dalam acara Simposium Nasional ini bukan karena adanya kesamaan. Namun, mereka hadir karena kesadaran sebagai satu bangsa, yang bersaudara yakni bangsa Indonesia.

“Kita betul-betul hadir dalam rasa persaudaraan tanpa diskriminatif dan tanpa pengkafiran diantara kita semua. Itu lah kedamaian dan keharmonisan bangsa Indonesia,” ucap Prof. Hamka.

Prof. Hamka menambahkan, bahwa kenikmatan persaudaraan yang terjadi di Indonesia tidak bisa dijumpai di negara-negara lain.

Apalagi, sekarang masih bergejolak peperangan baik dalam satu kawasan maupun global. Termasuk, yang sudah setahun perang antara Ukraina dan Rusia, karena mungkin mereka sama-sama Ras dan Bangsa, mungkin juga kesamaan agama.

“Tetapi di Indonesia dengan beragam agama sekian ratus kepercayaan yang mendiami lebih dari 1700 pulau, ratusan bahasa dan menganut berbagai budaya, alhamdulilah kita rukun dan damai di negeri nusantara ini,” terangnya.

“Oleh karena itu kami memperkuat ajakan, marilah kita umat beragama dan aliran kepercayaan apapaun untuk bersama-sama melestarikan kenikmatan, meneruskan tradisi persuadaraan kebangsaan ini dengan menghayati dan mengamalkan secara benar agama kita masing-masing,” harapnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Bijak dan Lawan Hoaks

Selasa, 30 Mei 2023 | 16:35 WIB

Pentingnya Pemerataan Akses Internet

Selasa, 30 Mei 2023 | 16:18 WIB
X