Akibat Kecelakaan Kerja Beruntun di Jabung, Pimpinan PetroChina dan Kementerian ESDM Diminta Bertanggung Jawab

- Kamis, 30 Maret 2023 | 22:10 WIB
Perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi kembali menjadi sorotan. (Istimewa)
Perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi kembali menjadi sorotan. (Istimewa)

JAKARTA- Sorotan kembali dialamatkan kepada perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi, akibat adanya kecelakaan kerja.

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga orang pekerja tewas yang terjadi di pengujung tahun 2022 dan setelahnya, dua kecelakaan beruntun lainnya di awal tahun 2023. 

Kecelakaan kerja tersebut menjadi tanggung jawab pimpinan tertinggi perusahaan terkait dengan keselamatan dan perlindungan tenaga kerja yang diperintahkan oleh hukum Indonesia.

Baca Juga: Pemain Timnas U-20 Tak Kuasa Menahan Tangis, Kompak Kenakan Pita Hitam di Sebelah Logo Garuda

“Pucuk pimpinan tertinggi PetroChina Indonesia, Mr. Qian Mingyang, sebagai Presiden Direktur harus bertanggungjawab atas rangkaian kecelakaan kerja tersebut. Jangan hanya menimpakan kesalahan tersebut kepada beberapa bawahan untuk menutupi kelemahan dan bobroknya organisasi secara menyeluruh,” kata Salamuddin Daeng, dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Menurut Salamuddin, sampai saat ini PetroChina belum menerima sanksi apapun terhadap kelalaian dan meninggalnya 3 pekerja di Wilayah Kerja Jabung, Jambi. 

Selain itu, pihaknya meminta Kementerian ESDM dan SKK Migas juga bertanggung jawab atas rangkaian kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa semacam ini.

Baca Juga: Emil Ingin Industri Film di Jabar Bisa Ikuti Pencapaian Korea

“Selama ini Kementerian ESDM dan SKK Migas lemah pengawasan sehingga  banyak kecelakaan kerja di hulu migas. Sepertinya mereka lepas tangan atas kecelakaan kerja di perusahaan PetroChina International Jabung Ltd di Jabung, Jambi ini,” kata Salamuddin yang juga pengamat ekonomi dan energi.

Seharusnya, lanjut Salamuddin, mereka kerja sama memperbaiki sistem keamanan kerja agar tidak terjadi lagi kecelakaan kerja yang dapat merenggut nyawa pekerja. Namun itu tidak dilakukan.

Akibatnya, capaian produksi rendah di sektor hulu migas dan meningkatnya kasus kecelakaan kerja seperti di PetroChina. 

Baca Juga: I Wayan Koster: Saya Juga Tidak Berharap Atas Keputusan FIFA yang Batalkan Ajang Piala Dunia U-20

“Ini menunjukkan bahwa selama ini Kementerian ESDM dan SKK Migas hanya duduk manis dan makan gaji buta, sementara produksi migas nasional terus menurun,” ujarnya seraya menambahkan, agar hukum ditegakkan pihak Kementerian ESDM dan SKK Migas juga harus diperiksa.

Menurutnya, kalau dilihat secara menyeluruh, kinerja PetroChina di tahun 2023 tidaklah moncer dan tidak dapat disebut sebagai prestasi yang membanggakan. 

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X