Lola Amaria; Tak Ada Tempat Untuk Predator Seksual

- Senin, 13 September 2021 | 08:35 WIB
Lola Amaria (Dokumen Pribadi Lola Amaria)
Lola Amaria (Dokumen Pribadi Lola Amaria)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, Lola Amaria, produser dan sutradara film mendukung sepenuhnya upaya sejumlah pihak untuk menolak secara tegas dan keras predator seksual anak terlibat kembali dalam industri TV juga Perfilman.

Meski sutradara sejumlah film itu juga mengetahui, di saat bersamaan masih banyak mantan pengguna Narkoba yang wara-wiri di sejumlah program stasiun TV.

"Tapi ini pelecehan sexual loh si artis. Kalau udah urusan perundungan sexual… bahaya. Tapi pada saat bersamaan, malah dikasih tempat ama Ketua KPI," kata Lola Amaria di Jakarta, Senin, 13 September 2021, merujuk pada kelonggaran Ketua KPI yang mengatakan, predator seksual boleh tampil di TV, asal memberikan penyuluhan.

Padahal, Lola Amaria, selaku pemilik Lola Amaria Production (LAP), rumah produksi film yang dikelolanya selama ini, bahkan menerapkan aturan yang jelas dan keras berkenaan dengan persona yang tersangkut kasus Perundingan Seksual.

"Kami aja sebagai PH bikin aturan dalam pasal di kontrak kerja. Narkoba dan Pelecehan seksual Big No," imbuh dia.

Big No itu, berkenaan dengan kru dan artis, yang terlibat dalam proses produksi LAP. Baik film layar lebar, mini series, film layanan sosial, dan bentuk lainnya.

"Kalau ketahuan langsung dipecat.
Apalagi yang udah terbukti kayak SJ. Gak bisa dapat tempat," katanya merujuk pada Pasal 11, tentang Pelarangan Narkoba dan/atau Minuman Beralkohol dan/atau Pelecehan Seksual.

Kutipan lengkapnya berbunyi;

1. Pihak Kedua menjamin bahwa Pihak Kedua tidak terlibat Narkoba, termasuk namun tidak terbatas pada penggunaan dan penyebaran narkotika dan obat/bahan berbahaya dan terlarang, sesuai aturan dalam Undang Undang Republik Indonesia tentang Narkotika dan hukum terkait lainnya yang berlaku di Indonesia dan/atau menjamin tidak mengonsumsi semua jenis minuman beralkohol selama masa persiapan dan masa shooting film.

2. Pihak Kedua menjamin bahwa Pihak Kedua tidak akan melakukan tindakan kekerasan seksual, baik secara verbal/lisan maupun fisik kepada pihak lain dan/atau sesama pekerja film yang terlibat dalam pembuatan Film ini, termasuk namun tidak terbatas pada penghinaan seksual, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, intimidasi seksual, perkosaan, penyiksaan seksual, sesuai aturan dalam Undang Undang Republik Indonesia tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dan hukum terkait lainnya yang berlaku di Indonesia.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB

Ada Jejak Ukraina Pasca Gerakan 30 September

Jumat, 30 September 2022 | 17:54 WIB
X