Kehadiran TNI dan Polri di Papua Perlu Dipermanenkan

- Kamis, 23 September 2021 | 21:49 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: Koordinatoriat Wartawan Parlemen/Winarso)
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: Koordinatoriat Wartawan Parlemen/Winarso)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com– Banyaknya orang yang akhirnya tewas di tangan kelompok separatis teroris (KST) Papua, menunjukkan bahwa mereka semakin beringas.

Selain itu, mereka juga semakin terorganisir dan tahu siapa figur-figur yang berada disana.

“Maka dari itu, kehadiran militer dan polisi tetap perlu ditingkatkan dan kehadiran mereka jangan hanya di BKO kan saja. Jangan hanya dipindahkan saja, baik dari Jawa, Sulawesi atau Kalimantan. Akan tetapi perlu kehadiran yang permanen,” kata anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 September 2021.
 
 
Hal itu disampaikannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Jalan Terjal Pemberantasan KKB di Papua.' Bentuk kehadiran permannen antara lain seperti perlunya menambah instalasi militer.
 
TNI Angkatan Laut sudah menambah armadanya di Papua. Demikian pula dengan Komando Operasi TNI Angkatan Udara juga sudah dibentuk. Namun ke depannya harus terus ditambah.
 
“Misalnya penambahan divisi Kostrad dan ditempatkan di bawah kendali Kodam, Korem dan Kodim. Penambahan jumlah prajurit juga harus dilakukan. Babinsa jangan hanya satu untuk untuk beberapa distrik,” tuturnya.
 
 
Bahkan kalau perlu, dalam satu distrik ditambah beberapa Babinsa. Sehingga pengawasan meningkat dan juga bisa saling mendukung akan kinerja aparat pemerintah daerah.
 
Namun, kehadiran TNI disana jangan sampai mengancam atau membuat rasa khawatir dan tegang. ***
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Lagi, Sido Muncul Bantu Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:33 WIB

Perpusnas Sejahterakan Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 15:46 WIB
X