Kekuatan Laut dan Udara Indonesia Sangat Lemah

- Senin, 27 September 2021 | 17:13 WIB
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono  (Koordinatoriat Wartawan Parlemen/Winarso)
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono (Koordinatoriat Wartawan Parlemen/Winarso)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com- Meski Indonesia memiliki kekuatan darat yang cukup kuat, namun tidak dengan kekuatan laut dan udara. Dimana kekuatan laut dan udara yang dimiliki Indonesia sangat lemah.

"Hal ini sangat berbeda dengan masa lalu, dimana saat merebut Irian Barat atau Papua, kita punya 12 kapal selam. Itu belum termasuk kapal-kapal perusak dan lainnya," kata Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 27 September 2021.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Empat Pilar bertema 'Meneguhkan Kedaulatan Maritim NKRI: Penguatan Pertahanan dan Keamanan.' Menurutnya, kekuatan udara Indonesia di masa lalu juga sangat luar biasa.

Dimana Indonesia pernah punya pesawat tempur canggih dan pembom strategis. Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini, yang sangat ketinggalan jauh.

"Sekian puluh tahun kita bermain di angka 2 persen untuk pengadaan alutsista sejak masa Orde Baru. Pasahal, wilayah seluas Indonesia harus dipertahankan dengan kekuatan pertahanan darat, laut dan udara," tandasnya.

Purnawirawan Marinir bintang tiga itu menambahkan, harga diri salah satunya ditentukan martabat dan kekuatan pertahanan keamanan. Apalagi, masalah harkat dan martabat bangsa tidak bisa ditawar.

Sedangkan pengamat kemaritiman Siswanto Rusdi mengatakan, konsep pertahanan Indonesia adalah konsep pertahanan pulau-pulau besar. Dimana pertahanan ditumpukan dan menunggu musuh di lima pulau besar.

"Yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Dimana musuh ditunggu di tempat itu dan dipukul oleh kekuatan darat. Konsep inilah yang sampai hari ini masih dianut," jelasnya.

Sementara, kata dia, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara adalah elemen pendukung dari pertahanan tersebut. Padahal, idealnya Indonesia yang negara kepulauan, memukul musuh jauh di ujung sana.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X