Kementerian PUPR Modernisasi Saluran Irigasi Berumur 40 Tahun

- Senin, 27 September 2021 | 20:02 WIB
Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang atau yang sering disebut Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP). Proyek senilai Rp5,5 triliun.  (Kartika SM)
Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang atau yang sering disebut Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP). Proyek senilai Rp5,5 triliun. (Kartika SM)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pelaksanaan proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang atau yang sering disebut Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP). Proyek senilai Rp5,5 triliun ini akan dikerjakan dalam kurun waktu 2020 sampai 2025.

Proyek modernisasi irigasi ini diharapkan akan meningkatkan hasil pertanian, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Ismail Widadi menyatakan proyek bernilai besar ini sudah dimulai sejak Juli 2020. Pembiayaan proyek ini berasal dari pinjaman yang disalurkan secara multiyears. Sampai saat ini, anggaran yang sudah masuk dalam kontrak mencapai Rp3,7 triliun.

"Kami terus bekerja di masa pandemi," katanya ditemui di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin, 27 September 2021.

Dia memaparkan BBWS Cimanuk Cisanggarung merupakan salah satu divisi di bawah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Wilayah sungainya seluas 7.776 kilometer di tujuh kabupaten yakni Garut, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Brebes.

"Kami berkejaran dengan target untuk kelola SDA. Ada dua sungai, Cimanuk dan Cisanggarung," sebutnya.

Menurutnya, debit sungai Cimanuk sangat besar dan sering mengakibatkan banjir. Namun, kala kemarau debit air sangat minim. Solusinya adalah pembangunan Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat tahun 2015 silam. Namun selain itu, pihaknya juga merenovasi saluran irigasi Rentang yang mengairi total 87 ribu hektar lahan pertanian.

"Daerah irigasi yang besar direhab besar-besaran terakhir tahun 69. Bendung Karet (Karet Tawangsari, Cirebon) direhab tahun 81. Sudah terlalu lama," sebutnya.

Padahal, daerah Indramayu ini merupakan lumbung padi nasional. Bahkan, Indramayu tahun lalu menjadi juara pertama produsen beras nasional dengan produksi 500 ribu ton. Dengan adanya proyek modernisasi irigasi ini, kata Ismail, Indramayu ditargetkan dapat memproduksi beras hingga 1,1 sampai 1,2 juta ton beras per tahun.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X