Pembukaan Penerbangan Internasional ke Bali

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:08 WIB
Salah satu tontonan kebudayaan di Bali (Kemenparekraf )
Salah satu tontonan kebudayaan di Bali (Kemenparekraf )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi rencana pembukaan penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai Bali pada 14 Oktober 2021.

Ketentuan dan persyaratan mencakup mengenai karantina, tes, dan kesiapan Satgas COVID-19 dengan setiap penumpang kedatangan internasional yang harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

“Ini kita selaraskan dengan uji coba pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara. Tentunya ini harus kita lakukan dengan kehati-hatian tinggi. Karena meskipun kita dalam situasi COVID-19 yang terkendali. Kita tidak boleh lengah, harus tetap hati-hati dan waspada, jadi ada beberapa pertimbangan yang harus kita finalkan sebelum 14 Oktober 2021, termasuk dari segi negara, karantina, mitigasi 3T, dan yang paling penting adalah dari sisi keselamatan masyarakat Indonesia,” kata Sandiaga Uno di Jakarta.

Selain itu, Sandiaga juga menyampaikan kabar baik lainnya di tengah penerapan PPKM yang ada di tanah air terkait kembali dibukanya pusat kebugaran atau fitness center dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat dan screening PeduliLindungi pada wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Yogyakarta, dan Surabaya Raya.

Selain itu, konter makanan dan minuman di dalam bioskop juga mulai diperbolehkan buka, namun dengan kapasitas bioskop tetap 50 persen. Hal ini berlaku untuk kota-kota level 3, 2, dan 1.

“Minggu lalu, saya datang ke bioskop namun belum ada refreshment-nya. Padahal kalo kita ke bioskop itu biasanya sambil ‘ngunyah’ atau makan popcorn, alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman kita akan membuka konter-konter kuliner di bioskop yang tetap dibatasi 50 persen,” katanya.

Selain itu, pemerintah akan melalukan uji coba pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM Level 1 di Kota Blitar, Jawa Timur. Di mana kehidupan masyarakat di Kota Blitar nantinya akan mendekati normal kembali.

“Kota Blitar tingkat vaksinasinya sudah tinggi, juga vaksinasi bagi lansia, dan memiliki kesiapan yang kuat, apalagi Blitar ini tempat wisata sejarah dan kuliner di Jawa Timur. Ini membuka ruang untuk kita mencoba dalam kenormalan baru, dan ini akan kita pelajari dan evaluasi dan seandainya sukses di Blitar akan kita terapkan di kota lainnya,” katanya.

 

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X