Tanggal Belum Disepakati, Pemilu 2024 Lebih Kompleks

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 20:36 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid.
Anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid.

 

JAKARTA, jakarta.suaramerdeka.com - Anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid menegaskan, Pemilihan Umum Presiden, Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2024 harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Hal itu karena situasi dan kondisi Pemilu 2024 berbeda dengan sebelumnya.

 

“Pemilu 2004 memiliki tiga rasa, dimana ada rasa pandemi, ada rasa krisis resesi dan ada rasa suksesi. Sehingga, persiapannya tidak boleh sama dengan pemilu yang sudah-sudah,” katanya di Media Center DPR RI, Kamis (7/10). Hal itu disampaikannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Pemilu Serentak: Cobaan Demokrasi?

 

Menurutnya, Komisi II sangat berhati-hati karena kompleksnya persoalan 2024. Pihaknya dengan Komisi Pemilihan Umum juga setuju bila pilpres dan pileg diselenggarakan pada 21 Februari. “Namun pemerintah menentukan 15 Mei. Sehingga kami konsinyering untuk coba memadukan dua usulan tersebut. Sampai hari ini, kami belum sampai pada satu titik, kapan seharusnya pemilu digelar,” tuturnya.

 

Dikatakan, pada November 2024 bangsa Indonesia akan menghadapi pilkada. Sehingga, KPU harus memiliki waktu untuk bisa mendesain pilkada. Sehingga irisan tahapan-tahapan pilkada dan pemilu tidak berada pada posisi pada tahapan krusial.

 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KASN Selenggarakan Anugerah Meritokrasi ke 3

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:05 WIB

Giliran Sukabumi Diguncang Gempa Darat

Kamis, 8 Desember 2022 | 11:38 WIB

Semeru Didominasi Letusan-letusan Kecil

Rabu, 7 Desember 2022 | 21:32 WIB

Pencapresan KIB Pengaruhi Peta Politik Nasional

Rabu, 7 Desember 2022 | 20:33 WIB
X