Pemilu 2024 dalam Situasi Tidak Ideal

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 20:46 WIB
Pemerhati Pemilu Perludem Fadli Ramadhanil
Pemerhati Pemilu Perludem Fadli Ramadhanil

 

JAKARTA, jakarta.suaramerdeka.com – Pemerhati pemilu dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, persiapan Pemilu 2024 menghadapi situasi yang tidak ideal. Apalagi, di tengah persiapan itu tiba-tiba ada perubahan sikap pemerintah, yang tidak jadi melakukan revisi UU Pemilu.

 

“Ini tentu berimplikasi kepada persiapan Pemilu 2024. Terutama ketika pemilu akan punya irisan tahapan dengan penyelenggaraan pilkada. Batalnya revisi UU Pemilu juga membawa sejumlah dampak,” jelasnya di Media Center DPR RI, Kamis (7/10). Hal itu disampaikannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Pemilu Serentak: Cobaan Demokrasi?

 

Karena pilkada serentak nasional akan dilaksanakan pada November tahun 2024, maka daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya habis di tahun 2022 dan 2023, akan diisi oleh penjabat seperti tercantum di pasal 201 ayat 9. Di penjelasannya disebutkan penjabat itu maksimal hanya boleh menduduki jabatan selama dua tahun.

 

Namun di beberapa daerah, ada yang masa jabatan gubernurnya habis di bulan Oktober 2022. Artinya, mulai Oktober atau mulai November 2022, posisi Gubernur DKI, Nangroe Aceh Darussalam, Banten, Bangka Belitung akan diisi oleh penjabat.

 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebijakan Satu Peta Percepat Pemulihan Ekonomi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:36 WIB

KIB Bisa Majukan Capres dari Hasil Konvensi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:53 WIB

SSI: Prabowo Tinggal Tunggu Lawan di Pilpres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:08 WIB
X