Bentuk Tim Pembela Akidah untuk Kasus Napoleon, Langkah Ahmad Yani Dipertanyakan

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Ahmad Yani, anggota TPAI, dalam jumpa pers di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (7/10). (Istimewa)
Ahmad Yani, anggota TPAI, dalam jumpa pers di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (7/10). (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pegiat media Karyudi Sutajah Putra (KSP) mempertanyakan langkah Ahmad Yani, yang mengklaim sebagai kuasa hukum Irjen Napoleon Bonaparte, tersangka penganiayaan M Kace, membentuk Tim Pembela Aqidah Islam (TPAI).

Dari nama tim dan pernyataan-pernyataannya, KSP mensinyalir Yani akan menggiring kasus Napoleon yang pidana murni ke pidana bernuansa agama.

“Tak perlu bawa-bawa akidah atau idiom-idiom agama dalam kasus pidana murni,” ujar KSP melalui keterangannya, Jumat, 8 Oktober 2021.

Baca Juga: Masyarakat Perlu Dukung Percepatan Vaksinasi untuk Lansia

Kasus dugaan penganiyaan M Kace oleh Napoleon di Rutan Bareskrim Polri yang berujung penetapan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu sebagai tersangka, kata KSP, adalah pidana murni, bukan tindak pidana yang bernuansa agama.

Bahwa pengakuan Napoleon soal motifnya menganiaya M Kace, tersangka penistaan agama, untuk membela akidah agamanya, kata KSP, itu bisa-bisanya Napoleon saja supaya dapat simpati publik. “Itu akal-akalan Napoleon saja,” jelasnya.

Ia lalu merujuk contoh dugaan ancaman Napoleon yang hendak membunuh Tommy Sumardi, tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, yang kini sedang didalami Bareskrim Polri. "Motifnya memang dugaan superioritas, bukan agama," cetus KSP.

Baca Juga: Jadwal Persija di Liga 1 Cukup Padat, Begini Komentar Pelatih

Andai pun Napoleon hendak membela akidah agamanya, kata KSP, itu pun tidak bisa dilakukan dengan main hakim sendiri. Apalagi Kace sudah ditahan.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB
X