Jamaah Umroh Indonesia Wajib Vaksin Booster, Kemenkes Diminta Siapkan Teknisnya

- Senin, 11 Oktober 2021 | 17:10 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA, jakarta.suaramerdeka.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan, masyarakat dan pemerintah harus memperhatikan syarat yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Sebab, kebijakan Saudi yang telah memperbolehkan jamaah asal Indonesia melakukan ibadah umrah, merupakan kabar baik bagi umat muslim di Tanah Air.

 

“Tentunya kita berharap kebijakan ini nantinya bisa diikuti dengan pengaturan teknis. Terutama menyangkut syarat vaksin booster dengan empat jenis vaksin yang diminta Kerajaan Saudi,” katanya, Senin (11/10).

 

Dia berharap pemerintah - khususnya Kementerian Kesehatan - menyiapkan teknis dan kemudahan bagi calon jamaah umrah. Yakni untuk mendapatkan vaksin booster dari jenis Pfizer, AstraZeneca, Johnson&Johnson serta Moderna.

 

Hal itu karena mayoritas masyarakat mendapat vaksin dari jenis Sinovac dan Sinopharm. Sementara, Saudi memberi syarat hanya empat jenis vaksin tadi. “Jadi kita harus menyiapkan teknis dan kemudahan bagi para calon jamaah umrah untuk mengakses empat jenis vaksin itu,” ujarnya.

 

Pemerintah, lanjut LaNyalla, juga harus memastikan aplikasi PeduliLindungi yang digunakan di Indonesia, harus terintegrasi atau dapat dibaca oleh aplikasi di Saudi. Khususnya saat para calon jamaah umrah mendarat di sana.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X