Perkenalkan Potensi Pariwisata, Pakuwojo: Harus Keluar Zona Merah Endemi Malaria

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:01 WIB
Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) (Suaramerdeka/istimewa)
Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) (Suaramerdeka/istimewa)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo), Zainal Arifin didampingi Kepala Desa Pandanrejo, Supandi yang juga mantan Ketua DPD Pakuwojo Purworejo mengaku mendukung program desa wisata.

Sebab, program tersebut sangat positif untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang belum digali.

"Ini sangat baik untuk membuka lapangan kerja di perdesaan dan perputaran perekonomian di desa wisata," kata Zainal Arifin dalam keterangan, Rabu 13 Oktober 2021.
 
 
Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah harus mendukung program desa wisata. Pasalnya, Dalam catatan badan kesehatan dunia WHO kawasan Desa Wisata Pandanrejo terutama Bukit Sebutrong, bukit Menoreh masuk zona merah endemi malaria.
 
"Harus ada upaya represif dari Pemkab Purworejo mengatasi malaria. Sebab, para wisatawan asing (Wisman) cenderung menghindar atau tidak berkunjung ke tempat wisata zona merah endemi malaria," terangnya.
 
Zainal mengungkapkan jika dikembangkan sedemikian rupa kalau belum zona hijau endemi malaria, maka tempat pariwisata itu akan sepi pengunjung terutama Wisman.
 
"Meskipun belakangan kasus malaria sangat berkurang," ungkapnya.
 
 
Ia menuturkan, harus ada upaya menjaga sanitasasi atau kebersihan lingkungan. Kemudian perlu dilakukan tindakan represif dengan larvasida dan pengasapan (fogging).
 
Ini bisa dilakukan di genangan air dan pohon yang bisa menjadi tempat nyamuk untuk bertelur.
 
"Upaya ini harus melibatkan para profesional di bidangnya. Penggunaan kelambu itu cara kuno, sudah ditinggalkan masyarakat, tuturnya.
 
 
Setelah dilakukan upaya represif, dikatakan Zainal, maka perlu dilakukan survei lingkungan. Didukung langkah penelitian di laboratorium. Hal ini untuk mengetahui tingkat penurunan endemi malaria.
 
"Apabila sudah di tingkat nol, maka hasil ini bisa menjadi rujukan ke tingkat provinsi hingga tingkat dunia," katanya.
 
Ia berharap, pemerintah daerah juga memperhatikan akses jalan menuju desa wisata. Sebab, jalan menuju gunung Gajah masih sangat terjal dan banyak kelokan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
 
"Jangka panjang, harus ada pelebaran jalan. Dan untuk mendukung desa wisata harus perlu pengembangan desa cantik dengan beragam tanaman buah. Sehingga wisatawan bisa memetik sendiri buah yang mereka inginkan," bebernya.
 
 
Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungannya ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyampaikan bahwa Desa Pandanrejo memiliki potensi yang tinggi.
 
Sehingga harus dapat dimaksimalkan dengan memperkuat konten promosi desa.
 
"Akan lebih banyak wisatawan yang datang dan berkunjung dan menggerakkan ekonomi serta membuka lapangan kerja," ujar Sandiaga. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X