Demonstrasikan Hubungan Manusia dan Pendekatan Bioregional

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:50 WIB

 

 


 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta-com- Salah satu cara UNESCO adalah dengan meluncurkan program Man And Biosphere (MAP) yaitu program sains antar negara untuk mempromosikan dan mendemonstrasikan keseimbangan hubungan manusia dengan pendekatan bioregional. Saat ini telah ada 727 Cagar Biosfer yang terdapat di 131 negara.
Prof Purwanto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, pada tahun 2020 Indonesia mempunyai 19 Cagar Biosfer dengan total area 29.856.999,96 hektar. “Ini gambaran area Cagar Biosfer Indonesia yang sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan lagi ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu Per Rasmussen, Principal Advisor SASCI membahas mengenai pengembangan ekonomi hijau di Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu. Menurutnya, Cagar Biosfer yang ada di Kapuas hulu  ini melibatkan masyarakat setempat dan semua pemangku kepentingan yang tertarik untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengelolaan.

“Mereka mengintegrasikan tiga fungsi utama, yaitu konservasi keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya. Lalu pembangunan ekonomi berkelanjutan dari segi social-budaya dan lingkungan, dan dukungan logistik, mendukung pembangunan melalui penelitian, pemantauan, dan pelatihan,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut dia juga berharap agar pemerintah serta politisi lokal perlu menunjukkan konstituen mereka tentang manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan oleh Cagar Biosfer. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dari segi sosial-budaya dan lingkungan seringkali menjadi fokus utamanya

Sedangkan Dr. Irwan, M.SI, Head of Economic Planning Section, Central Sulawesi Development Planning Agency membahas mengani Perspektif Pemerintah Daerah dalam Proses-proses Multipihak untuk Pembangunan Berkelanjutan di Cagar Biosfer Lore Lindu.
“Cagar Lore Lindu ini Cagar Biosfer pertama di Indonesia yang disetujui UNESCO dalam program MAB tahun 1977. Penetapan ini menunjukkan Lore Lindu mempunyai nilai yang sangat penting bagi daerah, nasional dan juga dunia. Cagar Lore Lindu juga menjaga keanekaragaman hayati hewan-hewan endemik, serta menjadi pengendali iklim dunia, selain tentunya sebagai pengembangan pariwisata dan budaya. 

Pada kesempatan yang sama Perwakilan Pemuda, Sukma Impian Riveningtyas mencoba berbagi pengalamannya mengenai bagaimana program MAB Networt UNESCO memberi keuntungan buat para pemuda seperti dirinya.

“Kami mengombinasikan sains dan pengetahuan lokal pada komunitas kami, sehingga kami dapat menunjukkan bahwa anak muda seperti dapat dilibatkan untuk menyelamatkan masa depan,” imbuh Sukma.***

 

Editor: Budi Nugraha

Sumber: liputan telepon

Artikel Terkait

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X