Bali Buka Wisata untuk Wisman Asing

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:45 WIB
Bali, Indonesia (Unsplash.com)
Bali, Indonesia (Unsplash.com)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali memutuskan membuka Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) mulai Kamis (Wraspati Pon, Wariga), 14 Oktober 2021. Langkah ini diikuti sejumlah prasyarat bagi para wisman.

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan negara yang diperbolehkan masuk harus memiliki risiko Covid-19 rendah di level 1 dan level 2, positif rate kurang dari 5% (sesuai standar WHO), dan menerapkan kebijakan sama-sama membuka (prinsip timbal balik/reciprocal).

"Diputuskan sebanyak 19 Negara diperbolehkan masuk ke Bali, yaitu Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia," bebernya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Selain itu, wisman juga harus memenuhi persyaratan keberangkatan yakni sudah vaksinasi lengkap, hasil negatif uji Swab PCR, H-3 sebelum keberangkatan dan mengisi Aplikasi e-HAC Internasional yang di integrasikan dengan Aplikasi PeduliLindungi dan Aplikasi Love Bali. Wisman juga harus memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$100.000 yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.

Saat sampai di Bali, wisman harus mengikuti prosedur mulai dari uji swab, melengkapi dokumen, hingga karantina selama 5 hari. Pemprov Bali sudah menetapkan 35 Hotel untuk karantina dan penginapan bagi wisatawan, yang telah memiliki sertifikat standar CHSE.

"Wisatawan berkewajiban mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan peraturan perundang-undangan dengan tertib dan disiplin," sebutnya.

Adapun biaya uji Swab PCR, isolasi atau perawatan di Rumah Sakit, dan karantina di hotel menjadi tanggung jawab wisatawan.

"Saya sebagai Gubernur Bali bersama Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali beserta jajaran, serta Bupati/Walikota Se-Bali akan tetap memberlakukan PPKM dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat agar Pandemi Covid-19 di Bali tetap dapat dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya peningkatan kasus baru Covid-19," tegasnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pembangunan IKN Sebaiknya Ditunda

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:21 WIB

Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB

OJK: Pinjol Miliki Tujuan yang Sangat Baik  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:06 WIB

Pemberantasan Pinjol Butuhkan Sinergi  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:57 WIB

95 Persen Pinjol Beroperasi Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:47 WIB

OJK Akui Ada Oknum Salahgunakan Pinjol

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:40 WIB

22 tahun merdeka, Timor Leste setia miskin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB

Ingin sinergikan kompetensi SDM Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
X