Komunitas Agama Serukan Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:13 WIB

 

 

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Dua minggu sebelum COP26, masjid terbesar di Indonesia dan ribuan generasi muda Muslim berpartisipasi dalam aksi lintas-agama akar rumput global, mendesak diakhirinya pengembangan batu bara dan mendorong penerapan energi bersih.


Masyarakat semakin tidak sabar, akibat industri batu bara, industri kelapa sawit dan agribisnis, serta manajemen aset dan badan perbankan yang membiayai mereka telah memperburuk krisis iklim meskipun sudah beberapa dekade terjadi peringatan serta dampak yang semakin meningkat.

 

Hari ini, masjid terbesar di Indonesia dan dua gereja besar di Jakarta serta organisasi Muslim terbesar yakni Muhammadiyah – ‘Aisyiyah dan jaringannya bergabung dengan ribuan pemuda Muslim dan para pemimpin agama di seluruh pelosok negeri dalam aksi yang terkoordinasi secara global hari ini dalam kampanye global “Faiths for Climate Justice” atau “Iman untuk Keadilan Iklim”. 

 

Baca Juga: Program Stiker Hologram Pajak Kendaraan dari Kemendagri Dapat Pujian dari Publik
Faiths for Climate Justice merupakan gerakan mobilisasi global umat beragama yang diorganisir oleh GreenFaith International Network yaitu aliansi multi-agama dari berbagai organisasi keagamaan akar rumput di Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Eropa. Ini merupakan aksi iklim multi-agama terbesar yang pernah ada dan diselenggarakan dua minggu sebelum COP26 untuk menunjukkan protes keras dari berbagai komunitas agama di dunia atas kurangnya keseriusan dari berbagai pemerintahan dunia dalam komitmen serta program nyata untuk penanggulangan krisis iklim hingga saat ini. Sementara kondisi bumi sudah semakin mengenaskan dan hasil laporan terakhir dari IPCC pada bulan Agustus lalu  telah membuktikan hal tersebut yang disebut dengan istilah “Code Red for Humanity.”

 

 

Baca Juga: Menyatukan Spirit Artefak Nusantara di Batubelah Art Space Klungkung
Aksi ini diselenggarakan di seluruh dunia untuk menyuarakan tuntutan yang dibuat oleh ummat berbagai agama dari tingkat akar rumput, yang mencakup segera diakhirinya proyek bahan bakar fosil baru (minyak bumi, gas, batubara, dst), deforestasi hutan tropis, serta pembiayaan terkait; adanya akses universal terhadap energi bersih terbarukan untuk semua; perlunya kebijakan yang menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, meningkatnya pengembangan energi terbarukan, serta terbangunnya proses transisi yang adil bagi para pekerja dan masyarakat yang terkena dampak dari perubahan iklim;  perlunya dukungan untuk kaum migran korban dari krisis iklim; serta dibutuh mekanisme reparation (ganti-rugi) dari negara-negara bekas penjajah serta berbagai industri yang bertanggung jawab atas bagian terbesar dari emisi gas rumah kaca dalam sejarah dunia.

 

Baca Juga: Peparnas Papua Siap Digelar, Diikuti 3.301 Atlet Lebih dari 200 pemuka agama tingkat tinggi dan 50 kelompok/institusi keagamaan yang mewakili lebih dari 50 juta anggota telah menandatangani tuntutan ini. Sampai hari ini lebih dari 420 aksi yang telah terdaftar untuk dilaksanakan lebih dari 43 negara di dunia.***

Halaman:
1
2

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS Tolak Segala Bentuk Kejahatan Seksual

Rabu, 19 Januari 2022 | 06:02 WIB

RUU TPKS Sah Sebagai RUU Inisiatif

Rabu, 19 Januari 2022 | 05:54 WIB

Omicron Landai,Pasien Sembuh Bertambah

Rabu, 19 Januari 2022 | 05:50 WIB

IKAL Lemhannas sebagai Katalisator Keutuhan Bangsa

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:46 WIB

DPR Kuorum Sahkan RUU IKN Menjadi UU Ibukota Negara

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:29 WIB
X