Publik nilai korupsi meningkat di periode kedua Jokowi

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:29 WIB
Aksi demo menentang RUU KUHP. (pikiran-rakyat)  (Budi Nugraha)
Aksi demo menentang RUU KUHP. (pikiran-rakyat) (Budi Nugraha)


JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com-Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mendapati mayoritas publik menilai pemberantasan korupsi selama dua tahun terakhir ini sangat buruk. Hal ini berdasarkan hasil survei 'Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi'.


Mayoritas publik Indonesia, menilai kondisi pemberantasan korupsi dalam skala buruk atau sangat buruk sebesar 48,2. Ini dua kali lipat dibandingkan publik yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik atau sangat baik (24,9 persen).


Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, yang menilai kondisi pemberantasan korupsi sedang saja sebanyak 23,2 persen. Masih ada 3,8 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Baca Juga: Tak Sesuai Traceability System, Eksportir Walet ke Tiongkok yang Melampaui Kuota Diminta Ditindak Tegas.


"Dalam 2 tahun terakhir, persepsi atas korupsi cenderung memburuk. Dari April 2019 ke September 2021, yang menilai korupsi di negara kita semakin banyak jumlahnya naik dari 47,6 persen menjadi 49,1 persen, sebaliknya yang menilai korupsi semakin sedikit menurun dari 24,5 persen menjadi 17,1 persen," terang Abbas dalam konpers daring, Selasa (19/10/2021).

Adapun survei digelar pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel 1.220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Kolonel Marinir Rivelson Saragih Resmi Jabat Asisten Intelijen Danpasmar3

Sebelumnya, pada awal 2021, Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2020 berada di skor 37. Turun sebanyak tiga poin dari tahun sebelumnya sehingga Indonesia terjerumus di peringkat 102 dari 180 negara yang dilibatkan.

Di level ASEAN, Indonesia berada di peringkat lima. Berada di bawah Singapura yang memperoleh skor IPK 85, Brunei Darussalam (60), Malaysia (51) dan Timor Leste (40).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Liputan ZOOM

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Soroti Sinergi TNI terkait bentrok TNI Koppasus

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:46 WIB

Memanfaatkan Buah Kiwi Untuk Perawatan Kecantikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:11 WIB

Wajah dan Arah Bangsa Hanya Ditentukan oleh Parpol

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:09 WIB
X