Industri Event Minta Pemerintah Segera Berikan Izin Kegiatan

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:47 WIB
Suasana RDPU antara perwakilan Forum Backstagers Indonesia dan 10 Asosiasi Event di Indonesia bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2021. (Suaramerdeka/istimewa)
Suasana RDPU antara perwakilan Forum Backstagers Indonesia dan 10 Asosiasi Event di Indonesia bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2021. (Suaramerdeka/istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com- Industri Event di Indonesia meminta pemerintah segera membuka izin kegiatan.
 
Sebab, industri event merupakan salah satu industri yang ikut terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini.
 
Harapan agar industri event diberi angin segar untuk berkegiatan disampaikan perwakilan Forum Backstagers Indonesia dan 10 Asosiasi Event di Indonesia saat RDPU bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2021.
 
 
Mereka menghadap ke DPR untuk menyampaikan aspirasi dari seluruh pekerja industri event dan industri kreatif se-Indonesia agar bisa memperoleh izin membuka kegiatan kembali.
 
Dalam pertemuan tersebut banyak terungkap harapan sekaligus kritikan terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya mengakselerasi pelaksanaan kegiatan event di Indonesia.
 
Sekjen Forum Backstagers Indonesia Shafig Pahlevi, mewakili ketua umumnya yang juga penggagas gerakan ini, menyampaikan bahwa maklumat Kapolri mengenai izin keramaian yang sampai saat ini belum dicabut oleh institusi terkait.
 
 
"Padahal suasana pandemi sudah melandai dan ada protokol CHSE yang sudah diterbitkan oleh Kemenpar sebagai guidance pelaksanaan event," ujar Shafig Pahlevi.
 
Ketua Umum APMI Dino Hamid menambahkan, agar pintu perizinan untuk kegiatan event dibuat lebih jelas dan praktis, termasuk mengusulkan agar perizinan bisa berbasis digital. 
 
Hal yang sama diutarakan Andre Hosea, selaku Ketua Umum ASPERAPI. Pihaknya berharap agar industri pameran jangan dianggap sepele mengingat angka kerugian yang terjadi akibat pandemi pada sektor pameran mencapai Rp 140 triliun pada tahun 2020.
 
 
Hendra Kaban, perwakilan APPARA menuturkan, sektor industri event akan mendorong 16 sub sektor padat karya lainnya jika ini dapat didukung serius oleh pemerintah. "Dan tentunya akan mendorong pemulihan pasca pandemi," tegasnya.
 
Ketua IMARINDO, Nanda Persada, sebagai perwakilan dari manager artis melihat belum adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk menjaga karya-karya seni dan harapan agar UU No.28 Tahun 2018 terkait Hak Cipta agar bisa dijalankan dengan tegas. 
 
Ketua Umum LIVE Celebes, Husain Muslimin, juga dalam pandangannya mengharapkan akselerasi terjadi pada sektor industri event dengan membelanjakan biaya-biaya kegiatan promosi pemerintah dan BUMN melalui jasa profesional organizer di bawah naungan asosiasi guna percepatan pemulihan ekonomi di industri event.
 
 
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda yang didampingi anggotanya, Dewi Coryati, menilai apa yang diperjuangkan oleh pekerja industri event ini harus segera diakselerasi dengan mengagendakan rapat-rapat lanjutan bersama beberapa mitra kementerian yang terkait.
 
Sekjen IVENDO Harry Dwi Nugraha juga menyampaikan hal tentang klaster pembagian menurut tipe dan skala dalam industri event yang tidak dipahami secara menyeluruh oleh pemerintah.
 
"Ini idealnya harus duduk bersama agar tidak ada lagi persepsi yang berbeda anatar pelaku industri dengan pemerintah sebagai stake holder," ujarnya. 
 
 
Hal penting juga disampaikan oleh Chandra Darusman sebagai Ketua umum FESMI. Dia menyatakan bahwa keterlibatan para pelaku seni sangat penting dalam mebantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi dalam bidang event.
 
Ketua INCAA Reza Abdullah mengungkapkan, regulasi mengenai kekarantinaan di saat pandemi melandai untuk lebih di efisienkan. 
 
Sebagai penutup, Ketua Komisi X sangat mengapresiasi dan berjanji akan berkomunikasi kepada Kemenparekraf dan mencoba melakukan rapat antar komisi (Komisi II sebagai Mitra Kerja Kementrian Dalam Negeri) dan Komisi III ( Mitra Kerja Kepolisian RI) juga Komis XI (Mitra Kerja Kementrian Keuangan) sehingga secara komprehensif solusi kongkrit dapat segera dilakukan. ***
 
 
 
 
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Soroti Sinergi TNI terkait bentrok TNI Koppasus

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:46 WIB

Memanfaatkan Buah Kiwi Untuk Perawatan Kecantikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:11 WIB

Wajah dan Arah Bangsa Hanya Ditentukan oleh Parpol

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:09 WIB
X