Refocusing Jangan Sampai Terseret ke Proyek Gagal

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:16 WIB
Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dalam diskusi virtual Gelora Talk bertema APBN diantara Himpitan Pajak dan Utang Negara, Rabu (20/10). (Saktia Andri Susilo)
Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dalam diskusi virtual Gelora Talk bertema APBN diantara Himpitan Pajak dan Utang Negara, Rabu (20/10). (Saktia Andri Susilo)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai, refocusing anggaran sebaiknya digunakan untuk memperbaiki alokasi anggaran. Hal itu akan jauh lebih baik dibanding terseret ke dalam proyek Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung, yang hampir pasti gagal.

 

“Sebaiknya proyek itu di-cut loss saja proyek itu dan para pemegang sahamnya suruh menanggung sebagai hukuman atas kecerobohannya masing-masing. Sebab daripada diteruskan akan menambah rugi,” katanya dalam diskusi virtual Gelora Talk bertema APBN diantara Himpitan Pajak dan Utang Negara, Rabu (20/10).

 

Selain itu, dia juga mengingatkan agar pemerintah menaikkan penerimaan dan menekan belanja. Khususnya untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu dan tidak ada urgensinya. “Jika diteruskan, maka keuangan negara akan terpuruk semakin dalam. Dimana ancaman krisis fiskal sudah terlihat semakin nyata,” imbuhnya.

 

Dia menambahkan, saat akan membuat UU tentang perpajakan, seharusnya bisa diketahui berapa target yang akan diperoleh. Karena, pajak adalah soal angka dan detail. Namun meski UU sudah diubah, narasinya propaganda dan retorika politik tanpa ada angka.

 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Soroti Sinergi TNI terkait bentrok TNI Koppasus

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:46 WIB

Memanfaatkan Buah Kiwi Untuk Perawatan Kecantikan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:11 WIB

Wajah dan Arah Bangsa Hanya Ditentukan oleh Parpol

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:09 WIB

Sido Muncul Raih Penghargaan Dari Kemenperin

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:10 WIB
X