Biennale Jogja XVI Equator #6 2021, Masih Bertaji

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 11:52 WIB
Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 (courtesy foto Official Doc.Yayasan Biennale Yogyakarta)
Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 (courtesy foto Official Doc.Yayasan Biennale Yogyakarta)

Yogyakarta, Jakarta.Suaramerdeka.com,--
Hingga hari kedua puluh empat penyelenggaraan, Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 tak habis-habisnya menyuguhkan berbagai program menarik. Berbagai program itu menjadi bagian aktivasi pameran utama bertema Roots < > Routes yang digelar di Jogja National Museum (JNM) dan bekerja sama dengan seniman maupun kolektif partisipan. Di antaranya adalah Broken Pitch & Juanga Culture.

Sepanjang Sabtu (30/10/2021) kemarin, dari pagi hingga petang menjelang, JNM seolah menjadi milik mereka untuk berekspresi. Dua kolektif itu membuat agenda yang menghentak panggung JNM, yang dikemas dalam kegiatan Boki Emiria Show International Performance, yaitu lecture performance, fashion show yang mengaktivasi ruang pameran dan pertunjukan budaya di panggung JNM. 

Baca Juga: Hilmar Farid; FFWI Tetap Hadir Tahun Depan

Judul kegiatan ini terinspirasi dari sosok Boki (permaisuri) Emiria Soenassa, salah satu perupa perempuan pertama di Indonesia, yang merupakan anak keturunan dari Kesultanan Tidore. Emiria belajar melukis secara otodidak sebagaimana kebanyakan seniman pada masanya. Ia pernah belajar dan bergaul dengan seniman lainnya di Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Pada masa penjajahan Jepang, Emiria merupakan anggota dari Poesat Keboedajaan (Keimin Bunko Shidoso).

Sebagai pembuka, Direktur Biennale Jogja XVI Gintani Nur Apresia Swastika diundang ke atas panggung dan terlibat dalam pertunjukan pembuka. Salah satu seremoninya, Gintani menerima buah pinang dan mengunyahnya hingga habis.  

Usulkan Hari Batik Diganti Hari Kain Tradisional

Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 (courtesy foto Official Doc.Yayasan Biennale Yogyakarta)

 

Enam orang dengan balutan tenun Tidore yang coraknya begitu khas, berjalan bak peragawan dan peragawati dari pintu masuk galeri lantai 1 Jogja National Museum (JNM). Citra etnik dan modern diramu menjadi style yang unik dan apik sekaligus.

Fashion show Funkie Raha ini menjadi bagian dari gelaran bertajuk Boki Emiria Show International Performance yang diselenggarakan bersama dengan Broken Pitch dan Juanga Culture mulai pukul 10.00 WIB.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X