Run Lola Amaria Run

- Jumat, 5 November 2021 | 11:30 WIB
Lola Amaria dan kawan-kawannya di Kaplan College New York, AS. (Lola Amaria)
Lola Amaria dan kawan-kawannya di Kaplan College New York, AS. (Lola Amaria)

Tinggal di apartemen bersama sejawat dan rekan baiknya, Gia Partawinata - yang juga bekerja di Lola Amaria Productions - di kota yang tidak pernah tidur seperti New York, membuat Lola harus pandai-pandai mengatur lalu lintas keuangannya.

"Kuliahnya dari uang mandiri, tapi untungnya ngga semahal sekolah di Jakarta kok," katanya sembari menyebut nama sejumlah Universitas swasta nasional yang sohor akan ongkos mahal kuliahnya di Jakarta.

Bahkan sejak mendaftar di Kaplan College yang hanya berjarak sepelemparan batu dengan distrik teater yang ramai dan ikon artistik seperti Museum of Arts and Design (MAD), Lola langsung mengurus surat kepelajarannya.

Suasana belajar mengajar di Kaplan College New York AS. (Lola Amaria)

"Kalau punya ID pelajar, naek angkot, masuk museum, sampai nonton bioskop, bisa dapat diskon sampai 50 persen, ngebantu banget," katanya lagi.

Saking happy-nya dengan sistem ajar mengajar di Kaplan College, ternyata terselip banyak kesedihan bagi produser dan salah satu sutradara film Lima (2018) itu.

Baca Juga: FFWI 100 Persen Wartawan

"Negara maju mikirnya emang beda ya. Di sini (Amerika Serikat) PCR gratis. Di negaraku tercinta harganya dari 1,5 juta, turun jadi 1 juta, jadi 800 ribu, turun lagi jadi 500 ribuan, tapi tetep aja semurah-murahnya ratusan ribu," cerita Lola masygul.

Bahkan dalam banyak kasus, Lola melanjutkan, pemerintah AS bahkan memberikan kompensasi sejumlah dolar kepada warga negaranya, yang mau melakukan vaksin gratis. Menimbang, banyak juga warga negara AS, juga pegawai negerinya, yang menolak divaksin karena alasan tertentu.

Bahkan Marijuana di beberapa negara bagian di AS, sudah dilegalkan, dengan tetap berpegang pada aturan bernegara yang sangat ketat. Seperti pemakaiannya untuk alasan kesehatan, penyembuhan dan pemakainya tidak dibawah umur. "Karena dibalik semua itu (dilegalkannya marijuana) adalah bisnis besar. Mereka di sini harus merasakan yang tumbuh di Aceh. kualitas terbaik di dunia, paling tidak itu menurut pengakuan pengguna marijuana di Belanda," kata Lola Amaria.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X