Presidential Threshold Hanya Batasi Jumlah Capres yang akan Berlaga

- Senin, 15 November 2021 | 17:20 WIB
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad (kiri) dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertema Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional. di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/11).  (Saktia Andri Susilo)
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad (kiri) dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertema Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional. di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/11). (Saktia Andri Susilo)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden hanya akan membatasi calon presiden yang akan berlaga dalam Pemilihan Umum Presiden 2024. Sehingga, partai politik yang telah lolos parliamentary threshold sebaiknya jangan lagi dibatasi harus memiliki 20 persen kursi.

 

“Bila syarat untuk mencalonkan presiden dilonggarkan, maka bisa muncul enam hingga tujuh pasang capres. Pembatasan capres dengan PT yang tinggi, hanya bisa memunculkan maksimal dua pasangan calon,” kata Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/11).

 

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertema Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional. Menurutnya, nama-nama capres yang beredar saat ini, diperkirakan akan ‘habis’ bila tidak punya panggung.

 

Sehingga, tidak heran bila bangsa Indonesia hanya akan mendapatkan pemimpin yang itu-itu saja. Karenanya, partai politik perlu memberi kesempatan yang lebih luas dan terbuka bagi capres potensial yang mendaftar.

 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB
X