Presidential Threshold Tak Sesuai Konstitusi

- Selasa, 16 November 2021 | 15:12 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

 

MAKASSAR, suaramerdeka-jakarta.com - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, presidential threshold (PT) yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, tidak sesuai dengan Konstitusi. Sebab, tidak ada perintah konstitusi untuk melakukan pembatasan dukungan untuk pencalonan presiden.

 

“Apakah PT sesuai dengan konstitusi? Jawabnya adalah tidak. Yang ada adalah ambang batas keterpilihan presiden yang bisa kita baca di UUD 1945 hasil amandemen. Dimana dalam Pasal 6A ayat (3) dan (4) disebutkan bahwa ambang batas keterpilihan perlu sebagai upaya untuk menyeimbangkan antara popularitas dengan prinsip keterwakilan yang lebih lebar dan menyebar,” katanya saat membuka Focus Group Discussion bertema Presidential Threshold dan Oligarki Pemecah Bangsa yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (16/11).

 

Sedangkan ambang batas pencalonan tidak ada sama sekali. Di Pasal 6A Ayat (2) tertulis, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

 

Artinya, kata dia, setiap partai politik peserta pemilu berhak dan dapat mengajukan pasangan capres dan cawapres. “Dan pencalonan itu diajukan sebelum pilpres dilaksanakan,” ujarnya. Yang kemudian membingungkan, lanjutnya, justru lahir UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang merupakan pengganti dari UU Nomor 42 Tahun 2008.

 

Dalam UU tersebut, di Pasal 222 disebutkan pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atmos Hadir Lagi di Urban Sneaker Society 2022

Sabtu, 10 Desember 2022 | 11:09 WIB

Farha, Banyak Kejahatan di Luar Sana.

Sabtu, 10 Desember 2022 | 08:30 WIB
X