Presidential Treshold Buka Peluang Capres Boneka

- Selasa, 16 November 2021 | 15:40 WIB
Anggota DPD RI Tamsil Linrung saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Presidential Treshold dan Ancaman Oligarki Pemecah Bangsa di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/11).
Anggota DPD RI Tamsil Linrung saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Presidential Treshold dan Ancaman Oligarki Pemecah Bangsa di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/11).

 

MAKASSAR, suaramerdeka-jakarta.com - Pemberlakuan presidential threshold (PT) untuk mengajukan calon presiden pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), dinilai dapat membuka lahirnya calon presiden boneka. Selain itu juga kompromi-kompromi politik yang tak sehat untuk bangsa.

 

“Muncullah calon boneka yang kompromistis. Nanti kamu kalah, tapi kamu akan mendapat posisi menteri. Begitu kira-kira contohnya,” kata anggota DPD RI Tamsil Linrung di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/11).

 

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Presidential Treshold dan Ancaman Oligarki Pemecah Bangsa. Menurutnya, hal itu bukan tak mungkin terjadi.

 

Sebab, saat ini saja ketika tujuh partai politik berkoalisi, seolah menutup kemungkinan munculnya calon presiden selain yang mereka ajukan. Dalam pengamatannya, itulah cara kerja oligarki dalam mencengkram bangsa ini.

 

“Jika saja oligarki ini mau menunjukkan taring kuasanya, dia bisa saja serampangan menjadikan seseorang untuk menjadi presiden. Oligarki ini kalau mau menunjukkan taringnya, bisa saja diambil orang gila di jalan, dia dandani lalu dijadikan presiden. Begitulah, karena dia punya kontrol, ada remote yang bisa dia mainkan kapan saja dia mau,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB

Ada Jejak Ukraina Pasca Gerakan 30 September

Jumat, 30 September 2022 | 17:54 WIB
X