Lewat Forum DigiTalk, Kominfo Ajak Tingkatkan Kompetensi untuk Menangkap Peluang Kerja di Industri 4.0

- Jumat, 19 November 2021 | 03:24 WIB

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com
Transformasi digital dan industri 4.0 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun revolusi industri 4.0 bisa saja menghilangkan beberapa jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga menghadirkan jenis pekerjaan baru. Misalnya, Social Media Specialist, SEO Specialist, Content Creator, Web Developer, Data Scientist, dan App Developer. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0, seorang pekerja harus memiliki kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin.
“Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0, seorang pekerja harus memiliki kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin dan robot. Yaitu kemampuan problem solving, critical thinking, dan kreativitas”.

Baca Juga: RUU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional Benteng Ketahanan Bangsa

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary dalam sambutannya membuka Forum DigiTalk dengan tema “Menangkap Peluang Kerja di Industri 4.0”, pada Kamis, 18 November 2021, yang diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) di Auditorium FTUI, Kampus UI Depok, dan melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Acara yang digagas oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan edukasi dan pemahaman kepada generasi muda mengenai kemampuan untuk adaptif dan kreatif di era industri 4.0.

Baca Juga: Nina Nugroho Solution : Brand Global Pun Melirik Produk UMKM Kota Depok

Direktur CEP-CCIT FTUI, Dr. Muhammad Suryanegara, ST., M.Sc. IPU, mengatakan bahwa Generasi Z adalah generasi yang akan menjadi leader yang akan mendominasi Indonesia di 10 atau 20 tahun ke depan, jika generasi ini kompeten dan mumpuni maka Indonesia akan maju dan survive, dan jika sebaliknya maka dipastikan kita hanya akan menjadi obyek kemajuan teknologi tanpa bisa menjadi subjeknya.

“Dunia sedang berada dalam transformasi penguasaan teknologi, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menjadi pemenang”, tutur Surya.

Baca Juga: KPU Berharap Ada Titik Temu Penetapan Jadwal Pemilu

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X