Mau Kasih Contoh Konkrit Hadapi Perubahan Iklim, Indonesia Gunakan Mobil Listrik Bagi Delegasi G20

- Kamis, 25 November 2021 | 09:46 WIB
Indonesia gunakan mobil listrik buatan Hyundai untuk delegasi pertemuan G20 sebagai bentuk  kesiapan hadapi perubahan iklim
Indonesia gunakan mobil listrik buatan Hyundai untuk delegasi pertemuan G20 sebagai bentuk kesiapan hadapi perubahan iklim

JAKARTA, suaramerdeka.jakarta.com - Indonesia mengedepankan langkah konkret dalam menghadapi isu lingkungan dan perubahan iklim. Salah satu yang mencerminkan leading by example adalah penggunaan Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik dalam Penyelenggaraan Presidensi G20 untuk para official.


Hyundai Motor Indonesia (HMID) selaku perwakilan Hyundai Motor Company di Indonesia telah berkomitmen memberikan dukungan operasional berupa 42 unit mobil listrik untuk penyelenggaraan Pertemuan Sherpa ke-1 Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat Ketua Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta merupakan langkah inklusif dari Pemerintah untuk turut mendukung Presidensi G20 Indonesia.


"Kolaborasi dengan Hyundai ini merupakan bentuk dukungan dari private sector dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia melalui penggunaan sarana transportasi yang ramah lingkungan," kata Airlangga saat serah terima penggunaan mobil listrik dari Hyundai sebagai kendaraan resmi Delegasi G20 di Jakarta, Rabu (24/11).


Baca Juga: Opel Rocks-e, Mobil Listrik Mini Ini Bisa Bikin Remaja Ngiler

Pertemuan Sherpa ke-1 merupakan salah satu rangkaian pembuka Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 yang akan diadakan secara fisik di Jakarta pada 6 – 8 Desember 2021 dan akan menjadi benchmark dari penyelenggaraan pertemuan selanjutnya.


Diperkirakan sebanyak 104 delegasi akan hadir dari 39 Negara Anggota G20, negara undangan, dan organisasi internasional pada acara yang diselenggarakan di Jakarta. Presidensi G20 Indonesia sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan (showcasing) keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam melakukan reformasi struktural yang berfokus di bidang perdagangan, investasi, dan industri.


Menko Perekonomian menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus mendorong perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk mengembangkan usaha dan investasi di Indonesia.


”Kami mengapresiasi investasi yang dilakukan Hyundai sebesar USD1,55 miliar untuk mengembangkan pusat manufaktur pertamanya di ASEAN yang berlokasi di Kota Deltamas Bekasi. Dengan kapasitas maksimum per tahun sebesar 250 ribu unit, tentunya hal ini akan menyediakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Maret-Oktober Charging Station Pertamina Sudah 1.500 Kali Ngecas Mobil Listrik

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Sumber: Kemenko Perekonomian

Tags

Terkini

Perlindungan Data Pribadi Sangat Penting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:25 WIB
X