HIPMI desak pembaharuan di Tubuh Pertamina dan PLN

- Sabtu, 27 November 2021 | 05:39 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com

Indonesia memiliki kekuatan dan potensi yang besar dalam sektor energi terbarukan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bahwa Indonesia memiliki 4.400 sungai yang besar maupun sedang yang dapat digunakan sebagai hydro power.

Jokowi juga menyampaikan dalam mendorong transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) dibutuhkan ongkos yang mahal. Pasalnya, listrik yang diproduksi dari energi fosil masih lebih murah dari pada EBT.

Oleh sebab itu, Presiden meminta kepada semua jajarannya agar bersama-sama membuat skenario transisi energi ini. Jika bisa berjalan lebih cepat akan lebih baik, namun menurutnya hitung-hitungan di lapangan harus dikalkulasi dengan detail.

 

Baca Juga: Citi Indonesia Membukukan Laba Bersih sebesar Rp869 Milyar di Triwulan Ketiga 2021

Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan ESDM, Rama Datau menanggapi pernyataan Presiden Jokowi bahwa untuk proses EBT peran Pertamina dan PLN lah yang sangat menentukan untuk bisa berjalan dengan baik.

“Saya rasa peran Pertamina dan PLN lah yang sangat menentukan dalam proses transisi energi ini. Dan harapannya Pertamina dan PLN bisa merealisasikan investasi ini dengan baik,” ujar Rama Datau pada Kamis (25/11/2021).

Rama menambahkan bahwa perlu adanya terobosan dalam Pertamina dan PLN dalam mendorong realisasi EBT ini, dari program kerja hingga mereview atas kinerja sampai saat ini.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB
X