TPF PEN Sub Sektor Film Akan Membuka Hotline, dan Bekerja Secara Profesional.

- Selasa, 30 November 2021 | 09:31 WIB
Rapat TPF PEN Sub Sektor Film, yang Akan Membuka Hotline, dan Bekerja Secara Profesional di PPHUI, Senin (29/11/2021). (Bb)
Rapat TPF PEN Sub Sektor Film, yang Akan Membuka Hotline, dan Bekerja Secara Profesional di PPHUI, Senin (29/11/2021). (Bb)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Tim Pencari Fakta (TPF) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sub Sektor Film akan membuka Hotline, dan bekerja secara profesional. Langkah ini ditempuh TPF PEN Sub Sektor Film dengan maksud masyarakat dapat memberikan masukan dan informasi secara langsung, namun tetap dirahasiakan nama pemberi masukan dan informasinya, agar data yang didapatkan TPF PEN Sub Sektor Film semakin luas, valid dan banyak dari segala sisi.

Dengan demikian, sebagaimana dikatakan Ketua TPF PEN Sub Sektor Film Gusti Randa, langkah yang diambil Kongres Peran Serta Masyarakat Perfilman Indonesia (PSMPI) menjadi terukur, presisi, dan profesional. "Karena yang kita hadirkan dalam persoalan ini adalah hanya data, dan data, bukan yang lain," kata Gusti Randa di sekretariat PSMPI di lantai 4, Kantor Perfiki, Gedung Perfilman Haji Usmar Ismail PPHUI, Kuningan, Jakarta, Senin (28/11/2021) petang.

Baca Juga: Harta, Tahta, Chiharu Shida

Gusti Randa menambahkan, untuk menunjukkan keseriusan kerja PSMPI yang telah membentuk TPF program PEN Sub Sektor Film, juga melibatkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Parfi menjadi bagian tim litigasi TPF PEN Sub Sektor Film. Selain beberapa nama pengacara lainnya yang telah menyatakan bergabung dalam tim litigasi TPF PEN Sub Sektor Film.

Lebih lanjut Gusti Randa menjelaskan ada beberapa langkah yang akan ditempuhnya, agar kerja TPF PEN Sub Sektor Film berdiri dan bekerja di atas jalur kebenaran dan hukum.

Termasuk akan mencari dan memiliki sejumlah bukti yang sifatnya surat-surat Keputusan, Perpres, Permen hingga aturan terkait lainnya. Bahkan sampai histiografi keberadaan Kurator, siapa yang menunjuk, apa dasar penunjukannya, bagaimana juknis dan juklaknya, apakah ada nuansa perkoncoan di sana, akan ditelusuri semua.

HikayatBaca Juga: Hikayat Pespa (Surat terbuka untuk diri sendiri, kita semua, dan tuan puan sekalian)

"Saat ditarik ke ranah Kemenparekraf ada SK nya atau tidak? Parekraf membentuk Dewan PEN legal standingnya apa? Supaya kita tahu ruang lingkup Dewan PEN. Triawan Munaf, Wishnutama Kusbandio, dan Angela Tanoesoedibjo mengangkat kurator pasti ada pertimbangannya. Kurator pasti ada legal standingnya," imbuh Gusti Randa sembari menyebut sejumlah nama anggota Kurator PEN Sub Sektor Film. Diantaranya Alex Sihar, Ekky Imanjaya, Hikmat Dharmawan, Ricky Pesik, Prisia Nasution, dan Odi Hidayat

Selain itu, sebagai Ketua TPF PEN Sub Sektor Film Gusti Randa juga mengaku telah menghubungi sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang kaitan kerjanya dalam bidang Penganggaran dan Hukum, yaitu di Komisi XI dan III.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HT Pimpin Konsolidasi & Bimtek Partai Perindo

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:46 WIB

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:22 WIB

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:37 WIB
X