KPK Lawan Permohonan Kasasi Edhy Prabowo

- Selasa, 30 November 2021 | 09:54 WIB

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Tim jaksa KPK mempersiapkan dokumen untuk melawan permohonan kasasi yang diajukan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar, bahwa terdakwa Edhy Prabowo mengajukan upaya hukum kasasi ke MA. Selanjutnya tim jaksa KPK menyusun kontra memori kasasi sebagai bantahan atas dalil dan argumentasi terdakwa dimaksud”, ujar Ali Fikri Juru Bicara KPK di Jakarta, Senin.

Dengan pengajuan kasasi tersebut, status hukuman Edhy Prabowo saat ini belum memiliki kekuatan hukum tetap. "Kami meyakini independensi dan profesionalitas majelis hakim di tingkat MA yang akan memutus perkara dengan seadil-adilnya dan mempertimbangkan seluruh aspek sesuai kaidah-kaidah hukum", tambah Ali.

Baca Juga: Royal Enfield Luncurkan Model Terbaru Awal Tahun 2022, Harganya Terjangkau

KPK, menurut Ali, masih meyakini korupsi sebagai "extra ordinary crime" sehingga memberikan dampak buruk yang nyata dirasakan masyarakat luas dan menghambat pemulihan ekonomi nasional. Edhy Prabowo dijatuhi hukuman 9 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 21 Oktober 2021.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga dihukum untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.457.219 dan 77 ribu dolar AS dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan dan bila tidak dibayar harta bendanya akan disita dan dilelang, dan bila harta benda tidak cukup maka harus dipidana selama 3 tahun penjara.

Baca Juga: TPF PEN Sub Sektor Film Akan Membuka Hotline, dan Bekerja Secara Profesional

Pada 15 Juli 2021, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut agar Edhy Prabowo divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seeking Apha – Januari 2022 :Syuhada Arief

Rabu, 26 Januari 2022 | 17:05 WIB

PT Food Station Tjipinang Jaya Raih Sertifikat SMAP

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:21 WIB

Edun, NETV Syah Melantai di BEI

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:57 WIB

Ahmad Mahendra; Terus Menonton Film Nasional

Rabu, 26 Januari 2022 | 07:39 WIB

Hari Ini, Lebih Dari 150 Ribu Orang Gunakan KRL

Rabu, 26 Januari 2022 | 05:29 WIB
X