Pemerintah Siaga Agar Varian Baru Omicron Tidak Masuk

- Rabu, 1 Desember 2021 | 08:03 WIB

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com

Pemerintah mengingatkan agar jangan sampai lengah nyelosnya atau masuknya wabah varian baru Omicron, dari negara luar yang telah terindikasi wabah tersebut. 

Sementara itu, perkembangan global pandemi COVID-19 kini dihantui varian baru, yaitu B.1.1.529 atau akrab disebut Omicron. Pertamakali ditemukan di Afrika Selatan, Botswana dan Hongkong pada 21 November 2021. Bahkan, kini sudah 7 negara melaporkan kasus Omicron. Yaitu, Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Canada dan Israel. Bahkan, 6 diantaranya tengah mengalami kenaikan kasus kecuali Israel. 

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyoroti lebih dalam terkait varian ini. Karena, untuk mengantisipasinya, Indonesia perlu melakukan pembelajaran dari 7 negara dengan kasus tersebut yang telah melakukan langkah mitigasi. "Meskipun kasus positif di Indonesia masih terus menunjukkan penurunan, namun kita tidak boleh lengah," tegas Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (30/11/2021). 

Baca Juga: Pekerja Sebaiknya Punya Rumah, Ini Kebijakan Pemerintah yang Memudahkannya

Varian ini sendiri, ditetapkan WHO sebagai _varian under monitoring_ (VUM) pada 24 November 2021 dan 2 hari setelahnya ditetapkan sebagai _varian of concern_ (VOC). WHO juga menyatakan efektivitas vaksin, testing dan obat-obatan yang ada saat ini terhadap varian Omicron, masih dikaji. 

Yang dikhawatirkan, tidak seperti varian lainnya, bukti awal pengkajian menunjukkan varian Omicron meningkatkan peluang risiko tertular kembali bagi penyintas COVID-19. "Meskipun demikian, informasi terkait hal ini masih sangat terbatas dan masih dalam proses penelitian. Untuk itu sebagian besar negara di dunia telah mengambil langkah antisipasi," imbuh Wiku. 

Merujuk pada 7 negara dengan kasus Omicron, telah melakukan langkah mitigasi. Seperti di Italia melakukan penelusuran kontak kasus positif pelaku perjalanan ke negara-negara di Afrika, meningkatkan kapasitas penelusuran kontak secara umum, serta meningkatkan cakupan WGS agar semakin cepat mendeteksi varian Omicron

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB
X